Mantan Pjs Kades Ciandur Menangis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:19:13 WIB   |  dibaca: 32 kali
Mantan Pjs Kades Ciandur Menangis

PEMBELAAN: Mantan Pjs Kades Ciandur, Kecamatan Saketi Iyan Safrudin menyampaikan pembelaan secara lisan sambil menangis di ruang sidang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Mantan pejabat sementara (Pjs) Kades Ciandur, Kecamatan Saketi Iyan Safrudin yang menjadi terdakwa kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2016, meminta majelis hakim meringankan hukumannya. Iyan menangis menyampaikan pledoi secara lisan, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Rabu (16/10).

Untuk diketahui, pada sidang Rabu (9/10) lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pandeglang menuntut Iyan Safrudin pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti Rp 416.761.202 atau diganti dengan pidana penjara selama 3,3 tahun kurungan.

Dalam sidang dengan agenda pembelaan, Iyan Safrudin mengakui jika perbuatannya memang salah dan melanggar hukum. Namun dirinya meyakini jika tidak ada niatan untuk melakukan tindak pidana korupsi selama menjalankan tugasnya sebagai kepala desa."Secara pribadi saya menjalankan tugas tidak ada niatan untuk melakukan korupsi," katanya kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Ramdes.

Iyan juga meminta kepada majelis hakim untuk memberikan putusan seringan-ringannya, apalagi dirinya memiliki tanggungan keluarga, seperti istri dan tiga orang anaknya yang masih bersekolah."Secara pribadi saya memohon putusan seringan ringannya. Karena saya memiliki tanggungan keluarga, satu istri dan tiga anak," ungkapnya sambil beruraian air mata.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Erwanto mengatakan, berdasarkan hasil audit inspektorat kerugian negara atas kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2016 tidak mencapai Rp 416 juta."Uang pengganti sebesar Rp 416 juta tidak sesuai dengan hasil laporan pertanggungjawaban keuangan di Desa Ciandur dari inspektorat, karena hasil perhitungan inspektorat hanya sebesar Rp 177 juta kerugian negaranya," katanya.

Untuk itu, Erwantoni juga meminta majelis hakim untuk menghilangkan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap terdakwa, demi terciptanya rasa keadilan bagi mantan Pjs Desa Ciandur tersebut."Kami juga berpendapat sesuai dengan fakta-fakta persidangan terdakwa berdasarkan analisa hukum yang kami lakukan, terdakwa tidak dapat dibuktikan dalam dakwaan primer (melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang-undang tipikor). Namun kami berpendapat terdakwa dapat didakwa pasal subsider (pasal 3 juncto pasal 18 undang-undang tipikor)," jelasnya.

JPU Kejari Pandeglang Adib Fahri mengatakan, pihaknya tetap berkeyakinan jika terdakwa Iyan Safrudin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang-undang tipikor, subsider pasal 3 juncto pasal 18 undang-undang tipikor. "Pada dasarnya pembuktian pasal dengan pasal 2 dan tetap pada tuntutan," katanya.

Diketahui, berdasarkan fakta persidangan, dari hasil audit dari BPKP Perwakilan Banten, penggunaan dana desa Ciandur 2016 terdapat kerugian negara Rp 416.319.202. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan dari hasil audit dari ahli teknik sipil Mathla'ul Anwar (Unma) Banten yang menyatakan pekerjaan proyek fisik tidak sesuai spesifikasi dan terdapat selisih anggaran.

Selisih pekerjaan fisik itu mulai dari paving block Rp 69 juta, pengaspalan Rp 77,305 juta, bak sampah Rp 2,014 juta, taman pintar Rp 7,2 juta, sarana olahraga Rp 2,3 juta, rehab posyandu Rp 6,4 juta. Lalu, tembok penahan tanah (TPT) Rp 57,473 juta dan drainase Rp 61,070 juta.

Penggunaan dana desa untuk non fisik seperti kegiatan keagamaan, operasional RT/RW dan operasional perkatantoran juga terdapat selisih dari pagu anggaran yang telah disusun dalam rencana anggaran biaya atau RAB dan untuk operasional RT/RW nilai kerugian negara Rp 3,6 juta. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook