Penyerapan Dana Kelurahan Ditenggat November

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:29:38 WIB   |  dibaca: 36 kali
Penyerapan Dana Kelurahan Ditenggat November

TINJAU : Kepala BPKD Kota Tangerang, M. Noor meninjau pemasukan pajak dari tapping box yang dipasang kepada wajib pajak, kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Penyaluran dana kelurahan (DK) sudah disalurkan ke masing-masing kelurahan di Kota Tangerang.Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang memberi tenggat waktu hingga November 2019 kepada seluruh kelurahan agar menyerap dana bantuan senilai Rp 370 juta itu.

Kepala Bidang (Kabid) Penata Usaha dan Akutansi pada BPKD Kota Tangerang, Mugiya Wardhany mengatakan, tenggat waktu itu diberikan agar pihak kelurahan lebih cepat mengerjakan sejumlah proyek yang sudah diajukan. Pihaknya berharap pada akhir tahun, laporan keuangan penggunaan DK sudah selesai diajukan tanpa lagi adanya perbaikan.

“Kami mau batasi pada November sudah harus selesai, karena kan ada 104 kelurahan dengan banyak kontrak, takutnya tidak terkejar di akhir tahun, mereka harus selesai lebih cepat,” kata Mugiya kepada wartawan saat ditemui diruangnya, Rabu (16/10).

Perlu diketahui, kata Mugiya, pengelolaan DK dilakukan oleh Badan Kewasdayaan Masyarakat (BKM) yang dibentuk di tiap masing-masing kelurahan. BKM inilah yang nanti mengelola proyek-proyek usulan masyarakat, sementara kuasa pengguna anggaran dijabat lurah.  

Mugiya menjelaskan, sebetulnya waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan proyek yang dibiayai melalui DK adalah 90 hari sejak kontrak dibuat. Selama jangka waktu itu, BKM sudah harus merampungkan proyek-proyek yang menjadi usulan masyarakat kelurahan. “Alur DK itu, disalurkan ke BKM yang ada di masing-masing kelurahan. Namun terlebih dahulu mengajukan permohonan menggunakan dana kelurahan sesuai kebutuhan dan usulan masyarakat. Kemudian dana tersebut dicairkan 50 persen dari total Rp 370 juta,” jelasnya.

Bagi kelurahan yang tidak tepat waktu menyerap dana bantuan Rp 370 juta, maka dana tersebut tetap akan diterima utuh di tahun berikutnya, kemudian ditambah dengan dana yang pada tahun lalu yang belum sempat terserap. “Kalau tidak habis nanti tahun depan dianggarkan lagi. Sisa dari pekerjaan yang sekarang tidak habis akan ditambah di tahun depan. Contohnya kalau tahun ini menyisakan dana Rp 20 Juta, maka tahun depan dana bantuan Rp 370 juta akan ditambah dengan Rp 30 juta sisa anggaran tahun lalu,” ujarnya.

Mugiya menambahkan, DK sendiri disalurkan pemerintah pusat ke BPKD dilakukan pada awal Mei sebesar 50 persen atau Rp 19,8 miliar dari total anggaran berkisar Rp 38 miliar. Dari 19,8 miliar dana yang diterima, pihaknya telah menyalurkan dana ke kelurahan sebesar Rp 15 miliar. “Dana Rp 15 miliar ini disalurkan sesuai dengan pengajuan masing-masing BKM yang pengajuan permintaan dananya berbeda-beda sesuai dengan kontrak yang sudah dijalankan,” pungkasnya (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook