Tes Tulis Balon Kades Diduga Maladministrasi *Balon Kades Lapor Ombudsman

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:31:00 WIB   |  dibaca: 106 kali
Tes Tulis Balon Kades Diduga Maladministrasi *Balon Kades Lapor Ombudsman

LAPOR : Bading Iswahyudin, Balon Kades Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis, bersalaman kepada pegawai Ombudsman Banten saat melaporkan dugaan maladminitrasi pada tes tertulis pilkades di Kabupaten Tangerang. Rabu (16/10).

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Perjuangan Bading Iswahyudin, bakal calon kepala desa (Balon Kades) Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang untuk mengadukan perihal pembatalan dirinya sebagai Calon Kades (Cakades) Sukaasih tidak berhenti. Bersama keluarganya, Bading mendatang Kantor Ombudsman Perwakilan Banten untuk melaporkan dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan tes tulis kemampuan dasar balon kades di Kabupaten Tangerang.

Menurut Bading, sebagai warga negara yang baik dan paham hukum, pihaknya sudah melaporkan dugaan kecurangan hasil tes tulis tim independen lembaga pemberdayaan masyarakat institute for community development (LPM ICD) ke panitia pemilihan kepala desa (Pilkades), Bupati Tangerang, Polresta Tangerang, dan DPRD Kabupaten Tangerang. Namun laporan itu hingga saat ini belum ada tindaklanjut. Untuk itu, pihaknya melaporkan ke Ombudsman. ”Saya merasa dizalimi, makanya saya lapor kemana-mana, semoga di Ombudsman, saya mendapatkan keadilan,” kata Bading saat menghubungi wartawan melalui telepon, Rabu (16/10).

Bading menjelaskan, kecuraangan hasil tes seleksi balon kades oleh LPM ICD itu berawal saat dirinya mendapatkan surat pengumuman pada Selasa (8/10), yang ditandatangani oleh ketua tim independen LPM ICD dan distempel oleh panita kepala Desa Sukaasih, yang menyatakan lulus menjadi cakades. Namun ternyata LPM ICD kembali mengirim surat pengumuman kedua pada Kamis (10/10) yang menyatakan tidak lulus.

“Surat pengumuman kedua juga tidak diberikan oleh panita pilkades. Saya tahu bahwa ada surat kedua, saat pengundian nomor urut pada Sabtu (12/10). Saya protes ke panitia pilkades, namun tidak digubris,” jelasnya.

Setelah diamanti surat pengumuman tidak lulus itu, berbeda dengan surat yang dinyatakan lulus. Perbedaan itu, lanjut Bading, di surat pengumuman tidak lulus itu tanda tangan scan ketua LPM ICD, dan tidak distempel Panitia Pilkades Sukaasih. “Saya lebih memilih melaporkan kecurangan hasil seleksi ini setelah protes ke panitia pilkades tidak digubris. Saya melakukan ini karena paham hukum, saya tidak mau ribut-ribut, karena keributan itu justru akan merusak pesta demokrasi di desa,” ungkapnya.

Bading hanya berharap, bisa ikut menjadi kandidat Cakades Sukaasih. Namun bila nantinya tidak dipilih oleh masyarakat, tentu akan menerima dengan ikhlas. Yang terpenting, pelaksanaan pilkades bisa berjalan dengan jujur dan adil. “Tuntutan saya hanya bisa diloloskan menjadi Cakdes Sukasih. Adapun mau dipilih atau tidak, dikembalikan ke masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan Banten, Bambang Perwanto Sumo membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan dari Bading Iswahydin, Balon Kades Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis. Selain menerima laporan dari Bading, pihaknya juga sudah menerima laporan balon kades yang lain. “Bading Iswahyudin komplen karena dianulir hasil tesnya. Sementara balon kades yang lain, minta panitia pilkades untuk membuka hasil tes,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan karena masih perlu minta klarifikasi beberapa pihak. Setelah itu, baru pihaknya akan memberikan saran-saran korektif kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. “Kami masih berproses, ada beberapa prosedur adminitrasi yang tidak berjalan baik sedang menjadi kajian Ombudsman,” tuturnya.

Ketua LPM ICD, Agus Subagyo enggan memberikan tanggapan protes beberapa balon kades yang tida lulus tersebut. Agus menyarankan untuk konfrmasi kepada Fernandes. “Ke Pak Fernandes, Dosen IPDN saja, pak (Agus menyebut wartawan),” kata Agus melalui telepon. Namun Fernandes tidak merespons pesan singkat dan panggilan telepon. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook