Sewa Alat Berat, Aris Ancam Bongkar SMPN 1 Mancak

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:34:10 WIB   |  dibaca: 172 kali
Sewa Alat Berat, Aris Ancam Bongkar SMPN 1 Mancak

MENGADU: Forum Alumni SMPN 1 Mancak mengadukan persoalan SMPN 1 Mancak kepada Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Rabu (16/10).

SERANG, BANTEN RAYA – Aris Rusman, warga Mancak yang melakukan penyegelan SMPN 1 Mancak mengancam akan membongkar bangunan sekolah jika sampai 22 Oktober tidak ada itikad dari Pemkab Serang untuk menyelesaikan persoalan lahan SMPN 1 Mancak tersebut. Untuk merealisasikan rencananya, itu Aris mengaku telah menyewa alat berat untuk melakukan pembongkaran.

“Akan saya bongkar bangunan sekolah (SMPN 1 Mancak -red) nya kalau sampai 22 Oktober tidak ada upaya penyelesaian dari pemda. Saya sudah order alat beratnya, dua gedung itu akan saya bongkar paksa. Tanggal 22 Oktober alat berat saya tarik ke sekolah, hari berikutnya pelaksanaan pembongkaran. Saya sudah siap dengan semua konsekuensinya,” ujar Aris, Rabu (16/10).

Ia mengatakan, sampai dengan hari ketiga penyegelan dilakukan, tidak ada upaya serius yang dilakukan Pemkab Serang untuk menyelesaikan permasalahan tanah yang diklaim sebagai miliknya tersebut. “Katanya pemda sudah melaporkan saya ke Polda, sekarang sudah tiga hari saya segel aparat kepolisian belum bertindak dan saya belum dijadikan tersangka. Apa kurang bukti,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Alumni SMPN 1 Mancak mengadu kepada Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum terkait persoalan penyegelan bekas sekolah mereka. “Kami minta kepada dewan agar bisa menjembatani Pemkab Serang untuk menyelesaikan permasahan penyegelan SMPN 1 Mancak. Tindakan pemkab mau seperti apa,” kata Jhoni E. Wangga, salah satu alumni SMPN 1 Mancak.

Ia mendorong proses penyelesaian tersebut dibawa ke ranah hukum agar masalah tersebut tidak berlarut-larut dan tidak dilakukan dengan cara mediasi. “Kami berharap paling lambat besok (hari ini-red) anak-anak sudah bisa kembali sekolah. Selama ini kita bisa meredam teman-teman agar tidak terjadi konflik horizontal, tapi warga memliki batas kesabaran. Jangan sampai siswa terus menjadi korban,” ujarnya.

Jhoni menuturkan, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa yang berlangsung di SMPN 1 Mancak sudah tidak efektif karena SMAN 1 Mancak sebagai tempat menumpang belajar menerapkan sistem full day school. “Sekolah bisa saja bilang KBM dipindahkan, tapi siswa pada bilang ke orangtuanya kalau mereka diusir oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris. Masyarakat sebenarnya sudah tidak tahan ingin membuka paksa sekolah yang disegel,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengaku akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsi dan tugas DPRD dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. “Kami meminta agar pemda mengambil langkah cepat dan tepat agar persoalan ini enggak berlarut-larut, kasian anak-anak yang terganggu proses KBMnya,” katanya. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook