Cakades Gelontorkan Miliaran Rupiah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:46:34 WIB   |  dibaca: 95 kali
Cakades Gelontorkan Miliaran Rupiah

SELEKSI : Ratusan bakal calon kepala desa mengikuti tes tertulis di lapangan tenis indoor Pemkab Serang, Rabu (16/10).

SERANG - Calon kepala desa menggelontorkan dana ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah untuk pencalonannya. Dana tersebut digunakan untuk bersosialisasi di masyarakat, termasuk untuk berkampanye."Apalagi kalau daerah-daerah tertentu seperti Bojonegara, Puloampel, Cikande, atau daerah Serang timur, bisa miliaran. Karena kan masyarakatnya juga mungkin. Belum ditambah keinginan besar dari para calon untuk menang. Pertarungan gengsi juga," kata anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Adhadi Romli, kemarin.

Adhadi mengaku memiliki pengalaman pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa di tahun 1996. Dan biaya yang keluar tidak sedikit. "Ya hampir sama dengan pemilihan legislatif. Malah mungkin lebih banyak pilkades," katanya.

Dengan biaya yang keluar cukup besar tersebut, Adhadi mengusulkan sejumlah langkah kepada Pemkab Serang. Salah satunya adalah mempercepat tes tulis pemilihan kepala desa (pilkades) bagi desa yang memiliki bakal calon kepala desa lebih dari lima orang.

"Kalau (tes tulis) yang sekarang itu jaraknya terlalu jauh. Jadi kasihan bagi balon kades yang sudah sosialisasi segala macam, tapi kemudian tidak lolos tes tulis. Si calon kan mungkin sudah sosialisasi di lapangan, mengeluarkan dana tidak sedikit," kata Adhadi.

Atau kalau perlu, mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Serang ini mengusulkan agar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dirombak. Pasal yang mengatur bahwa desa yang memiliki balon kades lebih dari lima orang harus melakukan tes tulis dihapus sama sekali. "Artinya kan memberikan kesempatan langsung kepada calon untuk semuanya bertarung. Mengakomodir semua. Kan kalau dari segi biaya tidak pengaruh. Pembiayaan dari pemda kan untuk kepanitiaan, bukan untuk calon. Terkecuali biaya kampanye calon kades ditanggung pemda," katanya.

Perihal dana miliaran rupiah yang dikeluarkan calon kades juga diungkap salah satu camat. “Desa-desa yang mau pilkades sudah ramai, tapi tetap aman dan kondusif. Warga sudah pada ramai ngomongin serangan fajar, ada yang Rp100.000, ada juga denger-denger Rp200.000 per suara,” kata camat tersebut.

“Dulu waktu saya bertugas di Serang timur ada calon kades yang berani membayar satu keluarga Rp1 juta. Kalau pilkades enggak beda dimana-mana calonnya pasti menghabiskan biaya besar. Tapi saya terus mengingatkan agar pilkades tidak dicederai oleh money politic,” kata pria murah senyum tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengungkapkan bahwa ada 50 mantan kepala desa yang ikut serta dalam pilkades tersebut. “Banyak sekarang mantan kepala desa yang dulu-dulu bukan incumbent nyalon lagi. Ada sekitar 50 lebih yang nyalon,” kata Rudi.

Ia mengatakan, pencalonan para mantan kades tersebut seiring dengan adanya perubahan aturan masa periodesasi jabatan kepala desa dari dua periode menjadi tiga periode sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Selain itu, usia calon kepala desa dalam undang-undang juga dihapus, sehingga mantan kepala desa lama yang maju kembali semakin banyak. “Jadi sekarang banyak pemain lama pada keluar lagi (maju lagi-red). Apakah karena dana desa (DD) atau apa yang jelas motivasi positifnya mau membangun desa. Tapi sekalipun pemain lama kalau dia tidak merubah cara berfikirnya enggak bisa majuin desa,” ujarnya. (fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook