Dapat Uang Kerohiman, Warga Tempati Lahan 40 Tahun

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:55:40 WIB   |  dibaca: 82 kali
Dapat Uang Kerohiman, Warga Tempati Lahan 40 Tahun

MINTA TERIMA KEBIJAKAN : Bupati Irna Narulita bertemu dengan masyarakat Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang yang terdampak reaktivasi kereta api Rangkasbitung-Labuan, Rabu (16/10).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Bupati Irna Narulita mengunjungi masyarakat Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang yang rumahnya akan terdampak reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan, Rabu (16/10). Dalam kunjungannya, Irna memastikan, warga yang menempati lahan jalur kereta api akan mendapat bantuan dana kerohiman dari pemerintah.

"Pada saat saya tengok ada beberapa masyarakat yang merasa sedih karena sudah lama tinggal dan numpang di jalur kereta api. Tapi mereka nanti akan dapat kompensasi, apa yang dibangun di sini akan dihitung oleh pemerintah, berapa yang harus diganti kompensasinya nanti dihitung, kalau memang ada publik utility yang harus dibangun oleh pemerintah pusat tinggal nanti mau diganti dengan uang atau dibangun lagi seperti bangunan semula," kata Irna, di sela-sela kunjungan, kemarin.

Irna menyebutkan, masyarakat harus menerima reaktivasi jalur kereta api, karena masyarakat sudah mengetahui bahwa lahan yang digunakan milik pemerintah. "Mereka harus paham, menyadari, karena sudah diberikan kesempatan untuk numpang di sini, tentunya sudah 40 tahun mereka numpang di sini sudah punya tabungan yang dicicil untuk mempersiapkan masa depan mereka, karena selama mereka menumpang di sini pasti sudah ada usaha dan lahan untuk membangun rumah," ujarnya.

Irna berpesan kepada masyarakat untuk mendukung reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan. Irna meminta camat dan lurah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Camat, lurah, RT dan RW untuk lebih persuasif agar masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, karena adanya proyek strategis nasional Pandeglang akan maju," pesannya.

Dijelaskannya, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui sudah sejauh mana pengukuran dan pendataan lahan jalur kereta api. Sebab, dari pendataan ada ratusan rumah warga yang terkena dampak. "Saya ingin melihat langsung dari kegiatan pengukuran, karena ada sekitar 127 rumah di Kelurahan Kadomas yang numpang di lahan milik PT KAI," jelasnya.

Irna menilai, setelah kereta api Rangkasbitung-Labuan berfungsi, Kabupaten Pandeglang akan lebih maju. Sebab, akan dilirik para investor untuk menanamkan modalnya di Pandeglang, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran. "Ke depannya Pandeglang akan menjadi satu kabupaten yang layak untuk dikunjungi investasi berbagai sektor dan juga menjadi pertumbuhan ekonomi baru," harapnya.

Sekretaris PPK Tanah Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah DKI Jakarta-Banten Beri Suryana mengatakan, pendataan lahan warga di jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan masih dalam proses. "Kegiatan pengukuran bangunan ini untuk menilai besaran uang santunan yang akan diberikan kepada warga Kelurahan Kadomas dan Kalanganyar," tuturnya.

Menurutnya, reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan akan dilakukan dua segmen dengan panjang sekitar 56,7 kilometer. "Untuk segmen I Rangkasbitung-Kadomas yang berada di Kelurahan Kadomas, Babakan Kalanganyar dan Kabayan," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook