Materai Daur Ulang Beredar Di Tangsel

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:59:24 WIB   |  dibaca: 72 kali
Materai Daur Ulang Beredar Di Tangsel

ADA-ADA AJA : Tim Resmob Satreskrim Polres Tangsel memperhatikan barang bukti, Rabu (16/10).

KOTA TANGSEL, BANTEN RAYA - Tim Resmob Satreskrim Polres Tangerang Selatan membongkar sindikat pengedar materai daur ulang di wilayah Kota Tangerang Selatan. Selain menangkap empat orang pelaku yakni DR, OP, ED dan DH, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1.000 materai yang telah didaur ulang.

Kanit V Resmob Satreskrim Polres Tangerang Selatan Ipda Agam Tsaani Rachmat menjelaskan, pengungkapan jaringan penyebar materai daur ulang ini berawal dari adanya laporan warga. Berbekal laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap DR dan OP. Dari penangkapan DR dan OP ini polisi melakukan pengembangan ke wilayah Jampang, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan berhasil menangkap pelaku lainnya yakni DH dan ED. Agam menjelaskan, keempat pelaku memiliki peran berbeda-beda.

DH berperan mendaur ulang materai asli yang pernah terpakai untuk dijadikan seakan seperti baru. Sedangkan ED berperan sebagai distributor yang menyalurkan ke tersangka DR dan OP untuk dijual. “Jadi materai asli yang sudah dipakai didaur ulang. Seperti bekas tinta tanda tangan itu dihapus dengan proses menggunakan cairan dilakukan oleh tersangka DH dan diserahkan kepada ED yang berperan sebagai distributor. Sedangkan tersangka DR dan OP hanya menjual,” kata Agam kepada Agam di Polres Tangerang Selatan, Rabu (16/10).

Menurut Agam, saat ini, keempat pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polres Tangerang Selatan. Sementara itu, DH mengaku membuat daur ulang materai secara otodidak dan mengikuti langkahnya melalui youtube.

“Pertama dimasukin ke air supaya materainya lepas dari kertas. Abis itu, dikasih cuka sama kaporit di bagian yang kena tanda tangan. Kertasnya dapet di rongsokan kertas,” kata DH.
Dari pengakuan DH, materai yang telah didaur ulang dengan nilai Rp6 ribu tersebut, ia jual seharga Rp 5 ribu dengan sasaran para  mahasiswa. “Mereka menjual Rp 5 ribu per materai. Sasarannya pelaku mahasiswa di sekitar lokasi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku berinisial DH mengaku telah menjalankan aksinya selama lima bulan. Materai daur ulang tersebut ia pasarkan di beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan. “Materai daur ulang ini, kami pasarkan di Kota Tangerang Selatan,” singkatnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook