Didiskualifikasi, Balon Kades Menangis Histeris

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:01:44 WIB   |  dibaca: 211 kali
Didiskualifikasi, Balon Kades Menangis Histeris

MENANGIS HISTERIS : Balon Kepala Desa Garut, Kecamatan Kopo Siti Juhariyah dibopong keluarganya karena menangis histeris setelah didiskualifikasi oleh panitia, Rabu (16/10).

SERANG, BANTEN RAYA - Siti Juhariyah, bakal calon (balon) Kepala Desa Garut, Kecamatan Kopo didiskualifikasi oleh panitia pemilihan kepala desa (pilkades) tingkat kabupaten saat mengikuti seleksi tes tertulis bagi desa yang balon kadesnya lebih dari lima orang. Juhariyah didiskualifikasi karena melakukan kecurangan saat mengoreksi lembar jawaban milik peserta yang telah diacak pembagiannya oleh panitia.

Kecurangan Juhariyah sendiri diketahui oleh Brigadir Polisi Ovi Okta, anggota Polsek Cinangka yang mengawasi Juhariyah saat mengoreksi lembar jawaban. Usai dinyatakan didiskualifikasi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto, Juhariyah tiba-tiba muntah-muntah dan menangis histeris. Sejumlah orang yang merupakan keluarganya membopong Juhariyah keluar dari lokasi tes.

“Awalnya sudah saya tegur dan kasih tahu kalau jawaban yang salah harus disilang. Dari awal juga saya curiga kok yang dikoreksi dia pakai pensil coretannya enggak pakai pulpen. Ternyata terus-terusan sampai ke nomor terakhir banyak yang salah dibenarkan. Setelah dari nomor 1 sampai 10 begitu saja, akhirnya saya tulis mana saja jawaban yang salah tapi dibenarkan,” ujar Ovi di sela-sela tes di lapangan Tennis Indoor, Pemkab Serang, Rabu (16/10).

Brigadir Ovi mengaku, awalnya tidak mengetahui jika lembar jawaban yang dikoreksi Juhariyah merupakan miliknya karena selain telah diacak pembagiannya, nama dalam lembar jawaban juga dilipat dan kemudian disteples. “Dikira yang dia periksa itu bukan punya dia. Saya baru tahu setelah panitia mengumumkan. Yang salah tapi dibenarkan ada 26 nomor. Jadi dia itu waktu meriksa nutupin lembar jawabannya dari saya,” katanya.

Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, tes tertulis dilakukan setelah adanya permintaan dari panitia pilkades tingkat desa melalui panitia tingkat kecamatan yang kemudian disampaikan ke panitia tingkat kabupaten. “Ada 142 balon kepala desa dari 21 desa yang mengikuti tes tertulis ini. Hasilnya langsung diketahui dan hasil tes diperiksa silang oleh mereka (peserta tes-red) sendiri,” ujar Rudi.

Selanjutnya, panitia tingkat kabupaten mengeluarkan berita acara hasil dari pelaksanaan tes tertulis tersebut yang kemudian disampaikan kepada panitia pilkades tingkat desa. “Jadi kita rangking dari satu sampai yang terahir. Kalau naskah soalnya saya enggak tahu seperti apa karena ada tim khusus yang menyusun soal, kami hanya memfasilitasi pelaksanaan saja,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu tim penyusun soal tes tertulis dari Dirgantara Law Firm Pampang Rara mengatakan, soal-soal yang diujikan kepada balon kepala desa berkaitan dengan undang-undang dasar (UUD) 45, peraturan pemerintah, peraturan daerah (perda yang berkiatan dengan desa, dan pengetahuan umum. “Ada 50 soal yang kita sediakan dan kita kasih waktu 90 menit untuk mengisinya,” katanya.

Pampang memastikan, proses tes tertulis dilaksanakan secara rahasia dan tidak ada pihak manapun terutama peserta tes yang mengetahui soal yang diujikan. “Sistem penilaian yang mengoreksi peserta itu sendiri, tapi peserta tidak tahu lembaran siapa yang dikoreksi, yang mendampingi panitia pengawas tapi diacak tidak dari desa setempat,” paparnya.

Fahrul Kurniawan, salah satu balon Kepala Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran mengaku soal yang diberikan panitia cukup sulit dan membingungkan. “Lumayan membingungkan terutama yang berkaitan dengan undang-undang. Sudah persiapan sih sebelum tes tapi kalau ngapal pasal-pasal lumayan sulit tapi saya tetap optimis bisa lulus tes ini,” katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook