Dinsos Kembangkan Aplikasi Si Mpoy

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:21:25 WIB   |  dibaca: 40 kali
Dinsos Kembangkan Aplikasi Si Mpoy

SAMBUTAN : Kepala Dinsos Kota Cilegon, Abadiah memberikan sambutan saat acara Pelatihan Si Mpoy di salah satu hotel, Kamis (17/10).

CILEGON, BANTEN RAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Posyantek (Si Mpoy).  Aplikasi tersebut bertujuan untuk mempersiapkan database Posyantek yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan.

Kepala Dinsos Kota Cilegon, Abadiah menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendespdtt) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa, mensyaratkan jika pengembangan Posyantek harus dilakukan.

Upaya pengembangkan sebuah aplikasi manajemen yang mempermudah inventarisasi aset, efektifitas dan efisiensi pelaporan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemantauan dan pengawasan dari Dinsos Kota Cilegon merupakan bagian penting menuju Posyantek yang profesional dan mandiri.

“Dengan adanya aplikasi itu bisa lebih mudah mencatat dan melaporkan aset, kegiatan dan lainnya, sehingga dalam memantau juga kami cukup membuka aplikasi dan terlihat semuanya,” katanya kepada Banten Raya usai memberikan arahan dalam pelatihan SI MPOY di salah satu hotel, Kamis (17/10).

Abad -panggilan akrab Abadiah, menyatakan, pihaknya juga mengapresiasi adanya pengembangan aplikasi SI MPOY yang menjadi salah satu proyek perubahan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinsos Kota Cilegon, CM Dien Ras. Hal tersebut merupakan terobosan sehingga aset bisa tercatat dengan baik dan datanya tidak hilang karena tercecer.

“Ini merupakan hal baru, mungkin se-Indonesia baru ini aplikasi sistem manajemennya, sehingga kami memberikan apresiasi dan diharapkan bisa juga menunjang program smart city yang dilakukan Pemkot Cilegon,” imbuh wanita berkerudung ini.

Sementara itu, Dien Ras mengungkapkan, pelatihan aplikasi ari diberikan untuk 11 Posyantek, yaitu 8 Postantek Kecamatan dan 3 Posyantek kelurahan yaitu Posyantek Kelurahan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Posyantek Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, dan Posyantek Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.“Sementara ini akan dikembangkan dulu untuk 11 Pokmas. Nantinya jika sudah sempurna maka semua Posyantek akan menggunakan aplikasi tersebut,” ungkap pria berkepala pelontos ini.

Dien Ras menjelaskan, sebagai proyek perubahan diharapakn bisa dikembangkan di Kota Cilegon. Bahkan, karena ini yang pertama di Indonesia diharapkan bisa menjadi percontohan bagi Posyantek lainnya.“Ini baru pertama ada, selain mendukung program smart city dan sudah di konsultasikan dengan Walikota Cilegon, Edi Ariadi, harapan besarnya ini bisa menjadi percontohan nasional,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook