Tiga Sungai Jadi Penyebab Banjir dan Longsor

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:27:44 WIB   |  dibaca: 34 kali
Tiga Sungai Jadi Penyebab Banjir dan Longsor

MENYIMAK : Peserta menyimak materi dalam acara workshop manajemen pengelolaan risiko banjir dan longsor di salah satu hotel di Pandeglang, Kamis (17/10).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Tiga sungai di Pandeglang dinilai menjadi penyebab banjir dan longsor di Kabupaten Pandeglang. Ketiga sungai ini adalah Sungai Cidanau, Cidurian, dan Ciujung. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Utuy Setiadi mengatakan, saat ini dinasnya tengah berupaya untuk meminimalisasi dampak bencana longsor dan banjir yang disebabkan oleh tiga sungai tersebut.

"Kenapa sungai ini ditangani karena itu sudah melalui kajian. Dari hasil kajian menentukan bahwa tiga sungai ini perlu penanganan prioritas yang disinergikan dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) provinsi dan kabupaten," kata Utuy ditemui usai acara workshop manajemen pengelolaan risiko banjir dan longsor di salah satu hotel di Pandeglang, Kamis (17/10).

Tiga sungai yang sering menyebabkan banjir tersebut, kata Utuy, akibat terjadi penumpukan sampah. "Adapun bentuk penanganan yang akan dilakukan pemerintah daerah akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke lokasi sungai. "Kita akan melakukan sosialisasi bagaimana dampak apabila terjadi banjir mitigasinya seperti apa, dan mengurangi banjir untuk disesuaikan dengan tata ruang," ujarnya.

Utuy memastikan, program tersebut akan berkelanjutan dari tahun 2019 hingga tahun 2022. Utuy berharap, pada tahun 2022 program tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Penanganannya sudah direncanakan di SKPD teknis.

Penanganan ini pertama melibatkan masyarakat karena banjir ini diakibatkan oleh kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, kemudian fisiknya, misalkan membangun irigasi jadi ketika banjir airnya tidak meluas ke sawah yang sedang masa tanam, terus memberikan edukasi juga agar tidak menebang pohon sembarangan," imbuhnya.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Setda Pandeglang, Indah Dinarsiani menilai, program tersebut sangat baik dalam mengatasi risiko banjir dan longsor di Kabupaten Pandeglang. "Dengan adanya program itu dapat meminimalisasi dampak dari bencana banjir dan longsor di lingkungan masyarakat," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook