65 Unit Kios Dibuldoser Satpol PP

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:50:49 WIB   |  dibaca: 44 kali
65 Unit Kios Dibuldoser Satpol PP

DIRATAKAN : Satu unit buldoser membongkar puluhan kios di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/10).

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang membongkar 65 unit kios semipermanen di Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kamis (17/10) siang. Pembongkaran bangunan liar yang berdiri ilegal di tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang itu dilakukan untuk memperluas penataan atau revitalisasi Pasar Sentiong.

Pantauan wartawan, pembongkaran dilakukan petugas sekitar pukul 09.00 WIB. Pembongkaran puluhanan unit kios itu berjalan lancar. Sebelum dilakukan pembongkaran, pedagang meminta waktu kepada petugas Satpol PP merapikan barang dagangannya untuk dipindahkan. Setelah pedangang memindahkan dagangnya, petugas satpol PP langsung membongkar kios menggunakan satu unit buldoser.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa mengatakan, pembongkaran paksa itu terpaksa dilakukan karena para pedagang tidak mau membongkar sendiri kiosnya. Padahal, pihaknya sudah tiga kali melayangkar surat himbauan agar para pedagang membongkar sendiri kiosnya. “Alhamdulilah, pembongkaran kios berjalan lancar. Mungkin pedagang sadar kiosnya sudah puluhan tahun berdiri dilahan Pemkab Tangerang,” kata Bambang kepada wartawan disela-sela pemboongkaran.

Menurut Bambang, penertiban kios yang berdiri dilahan sekitar sepanjang 500 meter itu dilakukan untuk memperluas penataan pasar sentiong. Rencannya, Pemkab Tangerang akan merevitalisasi pasar sentiong dengan konsep pasar tematik. “Nantinya, pedagang yang kiosnya dibongkar akan direlokasi ke pasar tematik sentiong. Untuk sementara, pedagang itu ditampung di pasar sentiong yang tidak terkena pernataan,” tuturnya.

Bambang menambahkan, selesai melakukan pembongkaran di kios ilegal di Pasar Sentiong, pihaknya juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan di wilayah Kabupaten Tangerang. Penataan itu dilakukan untuk mengurai kemacetan jalan. “Tentunya, sebelum melakukan penertiban PKL di bahu jalan, kami terlebih dahulu akan melayangkan surat peringatan hingga tiga kali,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur opersional Perusahan Derah (PD) Pasar Niagar Kerta Raharja, Toni Wismantoro mengatakan, penataan atau revitalisasi sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang itu dilakukan untuk menghujudkan salah satu program Bupati Tangerang dan Wakil Bupati Tangerang.

Sesuai dengan rencana, lahan bekas kios ilegal yang ditertibkan itu untuk dijadikan pasar tematik Sentiong. "Kami berharap, agar pasar tematik ini bisa melayani kebutuhan masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan onderdil motor dan mobil dan peralatan listrik. Di sini, akan menjual dengan harga grosir," pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook