Warga Keluhkan Parkir RSUD

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 21 Oktober 2019 - 13:14:10 WIB   |  dibaca: 53 kali
Warga Keluhkan Parkir RSUD

PELAYANAN PUBLIK: Suasana di halaman depan RSUD Kota Tangerang, kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Warga di Kota Tangerang mengeluhkan parkir di RSUD Kota Tangerang. Ironisnya biaya parkir tersebut diketahui jajaran manajemen RSUD Kota Tangerang, kendati demikian RSUD Kota Tangerang berdalih belum mempunyai lahan khusus parkir.

Rizal, seorang warga Cikokol, mengeluhkan biaya parkir sepeda motor ketika hendak berobat ke RSUD Kota Tangerang. Menurutnya, sebagai tempat layanan publik tidak seharusnya hal tersebut terjadi, apalagi jika itu terjadi di Kawasan RSUD Kota Tangerang."Sangat disayangkan ya, ketika kita mengakses layanan publik dan disaat pemerintah gencar mengkampanyekan gerakan anti pungli, tapi nyatanya di depan mata kita sendiri masih ada pungli semacam ini," kata Rizal kepada wartawan, Sabtu (19/10).

Menurut Rizal, seharusnya RSUD Kota Tangerang segera melakukan tindakan terhadap pungutan biaya parkir sepeda motor tersebut. Karena, menurutnya, lahan yang dijadikan pungutan biaya parkir itu sebetulnya merupakan lahan fasos fasum milik pengembang perumahan Modernland yang diperuntukkan bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Lebih jauh dirinya berpendapat jika lahan parkir yang tepat berada di depan pintu masuk gerbang RSUD Kota Tangerang itu dapat diambil alih sepenuhnya oleh RSUD Kota Tangerang demi kepentingan umum dan dapat menggratiskan biaya parkir. "Ya, seharusnya RSUD Kota Tangerang bisa ambil alih lahan parkir itu, toh lahan parkir itu juga bukan milik mereka yang menarik uang parkir di situ kok," tuturnya.

Senada dengan Rizal, seorang warga bernama Almaida juga mengeluh atas praktek pungutan biaya parkir di Kawasan RSUD Kota Tangerang. Dirinya berharap pihak RSUD Kota Tangerang dapat segera melakukan tindakan terhadap praktek pungutan tersebut. Kalau tidak, menurutnya, hal itu akan menjadi citra buruk bagi RSUD Kota Tangerang, karena membiarkan terjadi tepat di kawasan itu.

"Saya sih bukan masalah biaya parkirnya yang cuma Rp 2 ribu, karena apapun itu yang namanya pungutan biaya itu kan memang tidak dibenarkan, berapapun kecilnya itu ya tetap pungli, dan merugikan masyarakat," ujarnya.  

Dihubungi terpisah,  Direktur RSUD Kota Tangerang, Henny Herlina mengaku tidak dapat berbuat banyak terkait adanya pungli parkir di kawasan RSUD Kota Tangerang. Karena jika berbicara membuat tempat parkir merupakan ranah Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang."Yang bangun (tempat parkir-red) Dinas Perkim, Jadi kami hanya mengusulkan kebutuhan kami adalah ini, jadi Perkim yang bangun, kami masih menunggu, dan kami sudah keluhkan masalah ini," ujar Henny.

Menurut Henny, dirinya paham jika masyarakat Kota Tangerang mengeluhkan adanya praktek pungli, karena dokter di RSUD Kota Tangerang sendiri juga mengeluhkan hal yang sama.
"Karena bukan hanya pasien yang mengeluh,  kami juga dokter-dokter di sini juga mengeluh, bagaimana kami harus mengejar absen ya.Telat satu menit juga ada sanksinya," tuturnya.

Ia meminta agar Dinas Perkim segera menata lahan yang dijadikan praktek pungli untuk kebutuhan parkir pasien RSUD Kota Tangerang."Ini urgent sekali bagi kami sebenarnya, karena ranahnya di dinas lain, kami hanya bisa berkoordinasi di tiap kesempatan," ujarnya.

Bahkan lebih jauh Henny juga meminta kepada awak media untuk menanyakan perihal lahan parkir bagi pasien RSUD Kota Tangerang. "Kami minta bantuan temsn media untuk usul ke Perkim,  mudah-mudahan bantuan dari teman media bisa terbuka," tandasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook