Unsera Ajak Sastrawan Kupas Tuntas Etnografi

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 22 Oktober 2019 - 12:54:24 WIB   |  dibaca: 91 kali
Unsera Ajak Sastrawan Kupas Tuntas Etnografi

DISKUSI: Peserta Bincang Komunikasi Program Pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (Unsera) foto bersama dengan pemateri usai mengikuti kegiatan, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Program Pendidikan Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (Unsera) mengadakan acara Bincang Komunikasi dengan mengusung tema Menyelami Etnografi di Ruang Pertemuan Lantai 1 Unsera.

Perlu diketahui, etnografi pada mulanya adalah metode yang digunakan dalam penelitian antropologi. Namun, dalam perkembangannya, memberikan pembatasan yang terlalu pasti pada etnografi bukanlah hal mudah.

Dekan FISIPIKUM Unsera, Delly Maulana mengatakan, Bincang Komunikasi ini menghadirkan pemateri Niduparas Erlang yang dikenal sebagai penulis cerpen, puisi, esai, artikel, reportase dan peneliti tradisi lisan."Pembicara memaparkan materi menulis data sebagai cerita untuk bahan diskusi di acara Bincang Komunikasi. Selain itu, Liza Diniarizky Putri hadir sebagai moderator acara tersebut," katanya, kemarin.

Dekan FISIPKUM berharap dengan adanya agenda Bincang Komunikasi yang membahas mengenai etnografi dapat menambah wawasan bagi dosen dan mahasiswa. "Semoga paparan materi yang disampaikan narasumber dapat membuka wawansan baru dan lebih paham mengenai apa itu etnografi, bagaimana implementasinya didalam sebuah penelitian," ujarnya.

Niduparas Erlang mengaku pertama kali tertarik dengan penulisan novel dan berujung memiliki daya tarik untuk menulis etnografi. “Barangkali, etnografi telah given bagi sebagian besar peneliti sosial-budaya yang terbiasa melakukan penelitian lapangan dan banyak menggunakan deskripsi-etnografi dalam menyajikan hasil penelitiannya,” ungkap Niduparas Erlang.

Bahkan, dalam perkembangan berbagai ilmu pengetahuan dan berbagai paradigma kajian selanjutnya, etnografi telah dipengaruhi oleh sejumlah ide teoretis, dari fungsionalisme antropologis dan sosiologis, pragmatisme filosofis dan interaksionalisme simbolik, marxisme, fenomenologi, hermeneutika, strukturalisme, feminisme, kontruksionisme, pascastrukturalisme, sampai pascamodernisme.“Sementara itu, salah satu buku terkait metode etnografi yang menarik bagi saya, adalah ethnography: principles and practice 3rd edition karya atkinson dan hammersley tahun 2003,” tambahnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook