DHD 45 Tolak Alih Fungsi Gedung Juang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Oktober 2019 - 13:10:29 WIB   |  dibaca: 73 kali
DHD 45 Tolak Alih Fungsi Gedung Juang

BUTUH PERBAIKAN: Gedung Juang di Jalan Ki Masjong, Kota Serang, butuh perbaikan, Senin (21/10). Dewan Harian Daerah 45 (DHD ‘45) menolak gedung ini dijadikan perpustakaan.

SERANG, BANTEN RAYA- Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Provinsi Banten menolak dengan tegas Gedung Juang 45 yang berlokasi di Jalan Ki Mas Jong Nomor 15, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, dialihfungsikan menjadi perpustakaan tematik, seperti yang diusulkan Dinas Perpustakan dan Kearsipan (DPK) Kota Serang.

Pernyataan penolakan itu terungkap saat DHD 45 Provinsi Banten melakukan audiensi dengan anggota DPRD Kota Serang di ruang Bapemperda, DPRD Kota Serang, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (21/10).

Ketua DHD 45 Provinsi Banten Mas Muis Muslih mengatakan, pihaknya menolak alihfungsi Gedung Juang 45 karena gedung bersejarah tersebut memiliki nilai-nilai historis dan juga sebagai wadah syiar untuk kebangsaan.“Kalau gedung juang beralihfungsi, maka itu tanda-tanda negara bisa bubar! Iya karena nilai-nilai nasionalisme ada di situ,” tegas Mas Muis kepada wartawan usai audiensi.

Walaupun rencana alih fungsi Gedung Juang itu masih sebatas kabar angin, namun dirinya tetap menolak dengan tegas.“Sebelum kabar itu benar, kami tolak itu pengalihan alih fungsi gedung. Biasa kabar angin sliwir-sliwir itu nantinya akan benar, makanya kami tolak secara tegas. Kami tidak ingin nasib gedung ini nantinya seperti gedung kodim yang berubah menjadi Mal Ramayana,” ucap dia.

Senada dikatakan pengurus DHD 45 Provinsi Banten lainnya Rivai Efendi. Rivai pun coba mengultimatum bagi siapa saja yang coba-coba berani mengalihfungsikan Gedung Juang 45, karena itu sama saja melanggar Keppres 50 tahun 1984.

“Jadi jangan sekali-kali menabrak Keppres 50 tahun 1984 karena kepres itu belum dicabut. Karena itu berbahaya baik itu pejabat publik itu akan bahaya. Karena sumpah jabatan pejabat publik itu adalah melaksanakan UUD 45 dan juga pancasila. Nah kalau itu sampai dilanggar jelas itu akan runtuh,” tegas Rivai.

Ia mengungkapkan, gedung tersebut merupakan cagar budaya, selain itu Gedung Juang 45 merupakan bagian dari Kepres nomor 50 tahun 1984 tentang pengesahan anggaran dasar badan penggerak pembina potensi angkatan '45.

“Ini kan masuk cagar budaya dan juga merupakan bagian dari Keppres nomor 50 tahun 1984, jadi janganlah dialih fungsikan, ada hampir 10 organisasi yang mengisi Gedung Juang 45 ini, jika dialih fungsikan kami akan kemana. Adapun kalau direnovasi kami baru setuju, karena memang kondisinya sudah tidak layak,” terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, pihaknya siap mengawal aspirasi yang disampaikan oleh pimpinan DHD 45 Provinsi Banten. Karena Gedung Juang memiliki nilai historis yang tidak dapat dilupakan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Serang untuk menanyakan apakah ada program untuk renovasi gedung tersebut, atau memberikan hibah melalui Dewan Harian Cabang (DHC).

“Kalau kami belum dengar, tapi kami tidak sepakat. Kalau gedung itu diperbaiki, kemudian fungsinya tetap untuk jadi simbol perjuangan yang sudah ada tidak masalah. Tapi tidak beralihfungsi ke yang lain,” ujar Roni. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook