Pendamping Jamsosratu Dilarang Terima "Uang Rokok”

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 22 Oktober 2019 - 13:14:36 WIB   |  dibaca: 29 kali
Pendamping Jamsosratu Dilarang Terima "Uang Rokok”

PENCAIRAN: Salah seorang penerima jamsosratu mencairkan bantuan sambil menggendong anaknya di Gedung Korpri, Kota Serang, Senin (21/10).

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten melarang penerima bantuan jaminan sosial rakyat Banten bersatu (jamsosratu) memberi uang kepada pendamping program tersebut. Jika kedapatan melanggar, penerima terancam dicoret dari calon penerima bantuan berikutnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengatakan, program jamsosratu sepenuhnya diperuntukan bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Oleh karena itu, seluruh bantuan harus dimanfaatkan oleh mereka.

“Kadang itu di lapangan, KPM itu enggak ada yang minta, pendamping enggak meminta, tapi kadang mereka (penerima) itu terlalu baik. Ini ya, saya kasih Rp 50.000 buat ongkos beli rokok. Pokoknya enggak boleh ada meminta dan memberi,” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan jamsosratu wilayah Serang, di Gedung Korpri, Kota Serang, Senin (21/10).

Ia menuturkan, larangan itu disampaikan untuk mengantisipasi anggapan negatif dari pihak lainnya. Hal tersebut sangat rentan menimbulkan kesalahpahaman sebagai sebuah potongan karena KPM tak menerima secara utuh jumlah uang bantuan.

“Selama ini bukan ada tapi mengantisipasi jangan sampai ada seperti itu. Kadang ibu-ibu itu terlalu baik kan, buat rokok. Anggapnya tidak masalah tapi ketika ditanya, konotasinya. Kalau ada seperti itu nanti dicoret,” katanya.

Ditegaskannya, jamsosratu merupakan bantuan sosial bersyarat. Penerima adalah wanita hamil atau menyusui atau memiliki anak balita atau memiliki anak usia sekolah. “Semua penerima itu harus masuk basis data terpadu yang sudah diverifikasi oleh kementerian sosial,” ungkapnya.

Berdsarkan informasi yang dihimpun, jumlah penerima jamsosratu pada 2019 ini berjumlah 50.000 KPM. Rinciannya, Cilegon 1.905 KPM, Kota Serang 5.522 KPM, Kabupaten Pandeglang 12.687 KPM dan Kebupaten Lebak 11.397 KPM. Kemudian Kabupaten Tangerang 3.050 KPM, Kota Tangerang Selatan 1.002 KPM, Kota Tangerang 2.936 KPM serta Kabupaten Serang 11.501 KPM. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma mengatakan, dalam jamsosratu itu KPM per tahunnya menerima Rp 1,75 juta yang dibagi dalam dua tahap. Pembagian bertahap dilakukan karena pihaknya ingin melihat komitmen penerima menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.

“Setelah diberi bantuan itu anak-anak mereka harus mengakses fasilitas pendidikan dengan rajin. Anak-anak KPM harus penuh imunisasinya, ibu hamil melahirkannya harus di tenaga kesehatan, rajin memeriksakannya ke posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya,” ungkapnya.

Melalui bantaun tersebut diharapkan mampu mendongkrak bidang pendidikan dan kesehatan di Banten menjadi lebih baik. “Bukan jamsosratu ikut membiayai pendidikan dan kesehatan. Kami meng-endorse KPM agar meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan melalui motivasi saja,” tuturnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook