Suporter Rusuh, Enam Orang Diamankan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 22 Oktober 2019 - 14:57:32 WIB   |  dibaca: 107 kali
Suporter Rusuh, Enam Orang Diamankan

MASIH TERUS TERULANG : Petugas kepolisian mengamankan salah seorang suporter yang terlibat kerusuhan usai laga Cilegon United vs Perserang, Senin (21/10).

CILEGON, BANTEN RAYA - Kerusuhan suporter sepakbola kembali pecah saat pertandingan Liga 2 wilayah barat antara Cilegon United melawan Perserang, kemarin. Tak hanya di Stadion Krakatau Steel tempat dilangsungkan pertandingan, kerusuhan suporter ini juga merembet di sepanjang jalan mulai Stadion Krakatau Steel hingga kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) atau jalan utama menuju ke Kota Serang.

Kerusuhan bermula dari gol pertama CU pada menit ke 57. Usai gol yang dilesakkan oleh Teja Ridwan, oknum suporter di tribun timur melakukan pelemparan ke arah suporter lain yang berada di belakang gawang selatan karena diduga tidak puas dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol. Akibatnya, kemudian terjadi aksi saling lempar batu.

Lemparan batu juga kemudian mengenai dua anggota kepolisian dari Polda Banten yang berjaga di stadion yakni Iptu Sukarman dan Iptu Bharada Nasirin mengalami luka robek di bagian hidung dan tengkuk.

Kericuhan baru reda setelah polisi menembakkan gas air mata. Dua oknum suporter diamankan oleh Polres Cilegon di Stadion KS. Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso bersama jajarannya mendatangi kelompok suporter Perserang dan melakukan pengamanan. Pertandingan ini sempat dihentikan beberapa saat oleh panitia dan dilanjutkan kembali.

Setelah polisi mencoba persuasif terhadap suporter Perserang agar kembali menonton jalannya pertandingan dengan tertib. Akhir laga kemudian berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Cilegon United.Ternyata kerusuhan ini tidak hanya terjadi di Stadion Krakatau Steel.

Saat suporter Perserang hendak kembali ke Serang, kericuhan kembali pecah di Simpang Tempat Krakatau Junction. Seorang oknum melempari suporter Perserang yang sedang konvoi pulang. Akibat lemparan tersebut, suporter Perserang mencoba mendatangi ke arah oknum yang melakukan pelemparan.

Tak berlangsung lama, aparat kepolisian bisa menghalau kedua massa suporter untuk tidak terjadi kericuhan lebih lanjut. Akibat kericuhan tersebut, dua orang kembali diamankan oleh aparat kepolisian. Bahkan, salah seorang yang diamankan terbukti membawa batu seukuran genggaman orang dewasa.

Kericuhan terjadi lagi saat suporter Perserang yang sedang konvoi pulang ke Serang dengan pengawalan petugas kepolisian kembali bergesekan dengan sekelompok orang yang belum diketahui asalnya di Jalan Ahmad Yani, Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Akibat kericuhan tersebut, kaca depan apotek Kimia Farma berantakan.

Petugas Parkir di Jalan Ahmad Yani, Ahmadi mengatakan, kericuhan berawal saat salah satu orang berlari dari trotoar ke dalam apotek. Belum diketahui, orang berlari masuk ke dalam apotek disebabkan oleh apa. Namun, sejumlah orang yang sedang konvoi menuju ke arah Serang mengejarnya dan terjadilah kericuhan di dalam apotek.

Kemudian kaca apotek pecah. “Saya lihatnya tiba-tiba ada satu orang dari trotoar tiba-tiba masuk ke dalam apotek, terus masuk ke dalam apotek dikejar beberapa orang ada lima orang masuk juga terus kaca apotek pecah,” ujarnya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, kericuhan yang terjadi berawal setelah gol pertama CU, ada beberapa oknum supporter melakukan pelemparan dan mengenai anggota kepolisian. Kemudian, petugas berhasil menghalau agar tidak terjadi kericuhan di dalam stadion. “Yang diamankan enam, ada yang membawa batu, ada yang kedapatan membawa tembakau gorila,” terangnya.

Rizki menambahkan, anggota kepolisian yang diterjunkan 350 orang dari Polres Cilegon dan dibantu dari Polda Banten. “Orang yang diamankan saat ini masih diperiksa lebih lanjut,” terangnya.

Sementara itu, pada laga tersebut Cilegon United berhasil membalas dendam kekalahan yang mereka terima di laga perdana. Dalam pertemuan pertama CU harus mengakui keunggulan Perserang 1-0 di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. Di laga kedua yang bertepatan CU menjadi tuan rumah, Jalwandi berhasil membungkam Perserang dengan skor 2-0 di Stadion Krakatau Steel, kemarin. Dengan hasil ini, kedua kesebelasan tersebut harus puas finis di papan tengah kompetisi ini.

Sejak dimulainya laga, kedua kesebelasan terlibat saling serang dan menciptakan beberapa peluang, namun sayangnya hingga turun minum, skor tak berubah 0-0.Pada babak kedua, Penyerang CU Teja Ridwan berhasil memecah kebuntuan tim tuan rumah setelah memperdaya kiper pada menit 56. Teja berhasil menceploskan bola ke gawang Perserang.

Unggul 1-0 tak membuat CU puas, mereka terus menekan pertahanan lawan hasilnya Ade Ivan berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah tendangannya berhasil memperdaya kiper Perserang pada menit 81.

Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Kepala CU Imam Riyadi merasa puas atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. "Alhamdulillah pertandingan berjalan dengan baik, meski ada insiden, itu lah sepakbola. Namun intinya kita syukuri CU  berhasil mengamankan poin penuh pada laga terakhir ini," katanya usai laga.

Penjaga gawang CU Herlian juga merasa bersyukur tim diberikan kemenangan dan hasil pertandingan sesuai yang diharapkan dirinya bersama teman-teman satu tim. “Saya merasa hasil tersebut sudah sesuai dengan apa yang sudah menjadi kerja keras para pemain di lapangan,” ucapnya.

Sementara Pelatih Kepala Perserang Jaya Hartono mengatakan, laga ini cukup menarik dan kedua kesebelasan saling menyerang. Namun sayangnya, CU lebih beruntung pada laga ini. “Semua serangan yang dilakukan pemain CU, termasuk dua gol yang tercipta itu karena keberuntungan mereka. Kami bukan bermain tanpa peluang, banyak tercipta peluang, tapi tendangan hampir empat kali hanya menyentuh mister gawang,” tutur dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, apa pun hasil yang didapat Perserang pada sore ini, tidak akan menghantarkan timnya ke babak delapan besar. Sebab perebutan slot terakhir untuk finis di empat besar di wilayah barat agar lolos ke babak delapan besar kemungkinan akan diisi PSMS Medan.

“Yang sedang bersaing untuk mengisi slot terakhir empat besar kan Perserang, PSMS Medan dan PSCS Cilacap. Dan informasinya Medan berhasil menang 4-1 atas Babel, dan Cilacap menang 4-0 atas Ciamis, sehingga Perserang harus puas finis di posisi keenam,” jelasnya. (gillang/basyar/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook