PKL Laporkan PT CKS ke Polisi

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 30 Oktober 2019 - 11:45:37 WIB   |  dibaca: 56 kali
PKL Laporkan PT CKS ke Polisi

MELAPOR: Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tengah membuat laporan dugaan penipuan di Ruang Kanit III Polres Lebak, Selasa (29/10).

LEBAK, BANTEN RAYA- Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Stasiun Rangkasbitung melaporkan PT CKS kepada Polres Lebak karena diduga telah melakukan penipuan senilai ratusan juta rupiah. PT CKS merupakan kontraktor pelaksana yang menjanjikan akan membuatkan kios berukuran 2x2 meter persegi kepada 100 orang PKL yang menjadi korban gusuran PT KAI. "PT CKS kami adukan kepada pihak kepolisian karena tidak ada itikad baik mengembalikan uang yang sudah diterimanya.

Bukan satu atau dua juta rupiah, tapi sampai ratusan juta rupiah," kata Koordinator PKL korban penipuan PT CKS Ahmad Abusiri kepada Banten Raya, di halaman parkir Mapolres Lebak, Selasa (29/10).

Abusiri menjelaskan, uang tersebut merupakan uang DP pengambilan kios yang dijanjikan akan dibangun oleh PT CKS di atas lahan milik PT KAI, tepatnya di sekitar area Stasiun Rangkasbitung."PT CKS menyatakan akan membangun sebanyak 100 kios berukuran 2x2 meter persegi untuk pedagang. Bagi yang berminat silakan bayar Rp 10 juta sebagai tanda jadi kontrak menempati bangunan selama lima tahun," katanya.

Selain meminta tanda jadi, dari pihak PT CKS juga mengajukan pembayaran iuran bulanannya Rp 1 juta, jika setahun menjadi Rp 12 juta. "Uang bulanan itu diluar dari uang kontrak selama lima tahun. Jadi kalau yang Rp 1 juta itu untuk biaya bayar air, listrik, dan keamanan," katanya.

Penawaran dari PT CKS menarik minat pedagang karena memang tidak ada pilihan lagi karena bangunan sebelumnya sudah diratakan. Kehadiran PT CKS menjadi angin segar bagi PKL korban gusuran PT KAI."Namun sayang ternyata PT CKS ingkar janji, kios yang dijanjikan mau dibangun tidak kunjung dibangun sejak Januari hingga sekarang. Malahan yang ada sekarang sudah dibangun tapi bukan kios melainkan tempat parkir kendaraan sepeda motor," katanya.

Abusiri menegaskan, tidak ditepatinya janji PT CKS menyebabkan pedagang mengalami rugi secara materi. Kalau ditotal mencapai ratusan juta rupiah. "Sebab dari 100 pedagang sebanyak 30 orang pedagang sudah menyetorkan uang sebesar Rp 1-10 juta untuk kontrak lima tahun. Termasuk saya sudah lunas sudah bayar Rp 10 juta kepada pihak perwakilan dari PT CKS," katanya.

Abusiri berharap kepada pihak kepolisian agar segera memproses orang PT CKS yang telah melakukan penipuan terhadap pedagang. "Uang itu kan uang bukan hanya uang tabungan, tapi juga dapat minjem. Karena saking ingin bisa mendapatkan tempat jualan yang legal dan bisa membuat kita nyaman berjualan," katanya.

Jangkar, PKL lainnya menuturkan, para pedagang tadinya tidak akan membuat laporan kepada pihak kepolisian. 'Tadinya tidak mau kita laporkan, kita kedepankan musyawarah. Namun karena tidak ada itikad baik ya mau tidak mau harus buat laporan karena keinginan kami cuma satu minta uang sudah disetorkan agar dikembalikan," katanya.

Lebih lanjut Jangkar mengatakan, upaya mediasi serta mengontak orang perwakilan dari PT CKS atas nama Galih sudah dilakukan. Pada September lalu dikontak masih menanggapi permasalahan yang dikeluhkan pedagang.

"Namun sekarang kita kontak tidak pernah di jawab. Padahal kita itu hanya minta uang menjadi hak kami agar dikembalikan," katanya. Sementara itu perwakilan PT CKS Galih belum bisa dimintai keterangan, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler miliknya tak aktif. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook