Stasiun Kadomas akan Kembali Beroperasi

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 31 Oktober 2019 - 14:47:09 WIB   |  dibaca: 72 kali
Stasiun Kadomas akan Kembali Beroperasi

TAK TERAWAT : Pengendara motor melintas di stasiun kereta api Rangkasbitung- Labuan di Kampung Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Rabu (30/10).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Kampung Kadomas, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang akan menjadi pusat reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Labuan.

Rencananya, Kampung Kadomas ini akan dijadikan sebagai stasiun kereta api. Kepala Dinas Perhubungan Pandeglang, Dadan Tafif Daniel membenarkan bahwa wilayah Kadomas akan menjadi pusat beroperasinya kereta api Rangkasbitung-Labuan. "Memang bangunan stasiun kereta api di Kadomas kan sudah ada, jadi nanti akan direnovasi kembali," kata Dadan, ditemui di kantornya, Rabu (30/10).

Dijelaskannya, stasiun Kadomas sempat menjadi salah satu stasiun yang melayani naik turun penumpang kereta api Rangkasbitung-Labuan. Namun sudah puluhan tahun tidak beroperasi. "Memang dulu stasiun itu digunakan, tapi nanti akan digunakan lagi setelah reaktivasi jalur kereta api selesai dilakukan pendataan," jelasnya.

Menurutnya, reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan dalam tahap proses oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. "Sekarang pendataannya sedang berproses oleh pusat dan provinsi, kami dari kabupaten hanya mendampingi saja," terangnya.

Camat Pandeglang Melly Dyah Rahmalia mengatakan, bangunan stasiun kereta api Rangkasbitung-Labuan di Kadomas akan kembali beroperasi. Sementara tahapan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan sedang dalam tahap pendataan. "Kalau stasiun Kadomas ini dioperasikan pasti akan ramai pengunjung. Sekarang kan lagi pendataan lahannya," ujarnya.

Melly menerangkan, pengukuran lahan dan bangunan jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan dilakukan oleh tim independen dari Kemenhub bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

"Pendataan dari Kemenhub ini untuk mengetahui jumlah lahan, bangunan rumah warga yang menggunakan lahan kereta api, bangunan stasiun kereta, sampai mendata pemilik rumah untuk mengumpulkan KTP dan kartu keluarga," paparnya.

Pendataan dilakukan, kata Melly, untuk mengetahui besaran ganti rugi untuk masyarakat yang rumahnya akan terdampak reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan. "Tim independen ini mereka ditugaskan untuk menghitung berapa uang kerohiman yang diberikan untuk masyarakat disesuaikan dengan luas bangunan, bangunan terbuat dari apa permanen atau semi permanen," terangnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook