35 Perusahaan Nunggak Iuran BPJAMSOSTEK Rp5 Miliar

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Jumat, 01 November 2019 - 11:25:27 WIB   |  dibaca: 34 kali
35 Perusahaan Nunggak Iuran BPJAMSOSTEK Rp5 Miliar

NUGGAK IURAN: Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang melakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang membandel atau menunggak iuran BPJAMSOSTEK di Kantor Kejari Serang, Kamis (31/10).

SERANG, BANTEN RAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang bekerjasama denga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memanggil 35 perusahaan yang  membandel atau menunggak iuran sebesar Rp5 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Tandy Mualim mengungkapkan, pemanggilan tersebut atas dasar Surat Kuasa Khusus (SKK) yang dikirimkan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Serang kepada Kejari Serang. Pemanggilan tersebut sekaligus merupakan implementasi dari MoU antara BPJSAMSOSTEK dengan Kejari Serang sebagai jaksa pengacara negara di Serang.

"Pada Oktober ini BPJAMSOSTEK mengirimkan 35 SKK dengan potensi (tunggakan iuran-red) sekitar Rp5 miliar. Saat ini sedang berjalan prosesnya, dan perusahaan diberi waktu hingga Desember tahun ini," ujar Tandy Mualim, Kamis (31/10).

Tandy menjelaskan, apabila 35 perusahaan tidak patuh dan membandel terhadap pemanggilan sampai tiga kali, maka pihak Kejari Serang akan menindak tegas karena dianggap melawan hukum. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan langkah-langkah persuasif terlebih dahulu agar perusahaan membayarkan iuran BPJAMSOSTEK.

“Ini pemanggilan untuk menyelesaikan tunggakan iuran, karena membayar iuran BPJAMSOSTEK didalam Undang-undang Sistem Jaminan Nasional (SJSN) itu wajib. Membayar iurannya itu wajib bukan sunnah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Petugas Pengawasan dan Pemeriksaan pada BPJAMSOSTEK Ridho Muhelmi menjelaskan, 35 perusahaan yang menunggak iuran tersebut merupakan anak perusahaan dari 10 perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten/Kota Serang.

Dari total tersebut, beberapa perusahaan sudah mulai membayarkan tunggakkan. Namun, sebagian besar perusahaan lainnya belum melakukan kewajiban pembayaran. Sehingga, pihaknya melalui Kejari Serang memanggil seluruh perusahaan tersebut.

"Jadi sebenarnya ada beberapa perusahaan yang memiliki anak atau badan perusahaan juga. Sehingga tunggakannya cukup banyak. Namun, ketika ada pemanggilan ini, ada beberapa perusahaan yang melakukan pembayaran. Memang, untuk perusahaannya berada di Kabupaten Serang. Namun, anak perusahaan paling banyak berada di Kota Serang," ucapnya.

Kata dia, pihak perusahaan diberi waktu hingga Desember untuk melakukan penulasan tunggakan iuran BPJAMSOSTEK. Namun, untuk proses dan pelunasannya hingga November. "Minimal itu, mereka harus sudah membayar pada November ini. Jadi bukan berarti diberi waktu hingga Desember itu pembayarannya dilakukan Desember. Untuk yang paling besar tunggakkannya itu sampai Rp 1,4 miliar dan paling rendah puluhan juta," pungkasnya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook