Disperindag Ajukan Kiriman Ekstra Gas Elpiji

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Sabtu, 02 November 2019 - 11:10:08 WIB   |  dibaca: 32 kali
Disperindag Ajukan Kiriman Ekstra Gas Elpiji

STOK AMAN: Tumpukan tabung elpiji yang dijual di salah satu kios di Rangkasbitung, Jumat (1/11).

LEBAK, BANTEN RAYA- Dalam rangka mencegah kelangkaan gas elpiji bersubsidi (tabung 3 kilogram) di Kabupaten Lebak, Dinas Perindustrian dan Peradagangan (Disperindag) Lebak kerap melakukan pengajuan kuota ekstra ke Pertamina. Terhitung sejak April 2019 ini, usulan ekstra sudah dilakukan sebanyak tiga kali, sehingga keberadaan gas elpiji tiga kilogram di Lebak belum pernah mengalami kelangkaan.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Lebak Agus Reza kepada Banten Raya membenarkan bila pihaknya kerap melakukan pencegahan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Namun, pencegahan tersebut tidak dilakukan setiap bulan, melainkan hanya saat menghadpi hari-hari besar Islam, seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan maulid nabi.

“Setiap menghadapi hari besar Islam, biasanya potensi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram bisa terjadi. Namun kami mengusulkan ekstra kiriman ke Pertamina yang diketahui Hiswana Migas (himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas) Banten,” ujar Agus, kemarin.

Agar potensi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram diluar hari besar Islam bisa turut terpantau, maka pihaknya pun selama satu pekan sekali rutin memantau dan komunikasi dengan para agen yang berada di Kabupaten Lebak.

“Selama ini, potensi akan terjadinya kelangkaan pada gas elpiji biasanya hanya terjadi saat menghadapi hari besar Islam. Tetapi, khawatir di luar hari besar Islam bisa menimbulkan potensi kelangkaannya, maka kami harus rutin melakukan pemantauannya ke agen-agen gas elpiji,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengembangan Usaha pada Disperindag Lebak Janaki Arif mengatakan, tanda-tanda akan terjadinya kelangkaan pada gas elpiji, biasanya harga ecerannya di kios-kios melambung.

“Biasanya bila kami menerima informasi harga eceran gas elpiji di kios-kios melambung tinggi, maka kami langsung turun ke lapangan untuk mencari tahu penyebabnya. Apabila disebabkan akibat potensi kelangkaan, maka kami langsung mengajukan ekstra dropping,” terang Arif. (hudaya/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook