Polisi Minta Pelajar Jangan Sebar Hoax

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Sabtu, 02 November 2019 - 11:11:38 WIB   |  dibaca: 24 kali
Polisi Minta Pelajar Jangan Sebar Hoax

KUNJUNGAN: Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto saat menerima kunjungan pelajar SMPN 6 Rangkasbitung di halaman Mapolres Lebak, Jumat (1/11).

LEBAK, BANTEN RAYA- Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto melalui Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto meminta kepada siswa dan siswi SMP 6 Rangkasbitung agar berhati-hati dalam bermedia sosial. Pernyataan itu disampaikan Wendy dihadapan 500 siswa SMP Negeri 6 Rangkasbitung yang datang mengunjungi Mapolres Lebak.

"Saya mengimbau kepada para siswa agar bijak dan berhati-hati dalam bermedsos. Hindari ujaran kebencian dan berita hoax karena akan terkena sanksi pidana sesuai undang-undang ITE," kata Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto, di Mapolres Lebak, Jumat (1/11).

Wendy menjelaskan, undang-undang ITE dapat menjerat seseorang dengan sengaja mendistribusikan, mengirimkan atau menyebarkan informasi elektronik kepada banyak orang atau berbagai pihak atau satu pihak, kemudian membuat konten dapat diketahui pihak lain atau publik.

"Mereka yang membagikan informasi atau konten yang melanggar UU ITE bisa ikut dijerat dan dikenakan hukuman. Pengguna media sosial harus lebih berhati-hati dan jangan mudah membagikan sesuatu ke dunia maya tanpa melakukan konfirmasi kebenaran info tersebut," katanya.

Wendy meminta kepada para siswa agar waspada dan cek kembali informasi yang didapat. Jadi jangan asal membagikan dan akhirnya merugikan orang lain. "Dalam undang-undang ITE ada beberapa aturan yang wajib diketahui agar tidak tersandung perkara hingga akhirnya bisa terancam pidana," katanya.

Wendy mengungkapkan, aturan wajib diketahui saat beraktivitas di dunia maya, di antaranya jangan membuat, membagikan atau memberikan akses konten bermuatan kesusilaan karena ancaman untuk muatan kesusilaan adalah dipidana paling lambat 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. Kemudian jangan sembarangan mengancam, memeras dan mencemarkan nama baik seseorang.

"Bagi mereka yang melanggar pasal ini bisa dikenakan pidana paling lama 4 tahun dan atau denda Rp 1 miliar. Lalu jangan sembarangan menyadap, memuat perjudian, pencemaran nama baik, menyebarkan dan membuat berita hoax serta ujaran kebencian karena bisa dijerat pidana enam tahun penjara," katanya.

Kabag Ops Polres Lebak AKP Rahmat Sampurno berharap, dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi lebih mengenal tentang sosok polisi, polisi sahabat anak, polisi humanis yang dekat dengan masyarakat, serta utamanya bisa lebih mengenal hukum. "Salah satunya terkait undang-undang ITE yang diharapkan membuat para siswa bisa lebih berhati-hati saat jarinya berselancar di medsos," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook