Perahu Nelayan Tabrak Kapal BPPT

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 04 November 2019 - 11:04:02 WIB   |  dibaca: 50 kali
Perahu Nelayan Tabrak Kapal BPPT

MENCARI NELAYAN HILANG: Tim SAR gabungan yang terdiri dari KPP Banten, BPBD Lebak, Satpol Air Polres Lebak dan PMI diterjunkan untuk mencari satu orang nelayan yang hilang, kemarin.

LEBAK, BANTEN RAYA- Perahu Congkreng Bintang 01 milik nelayan Cisolok, Sukabumi bertabrakan dengan Kapal Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di selatan pantai Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu (2/11) pukul 14.50.

Akibat peristiwa tersebut, perahu Bintang 01 terbelah dua. Satu dari tiga orang penumpangnya atas nama Amit (50l) warga Kecamatan Cilograng dinyatakan hilang tenggelam, sedangkan dua nelayan lainnya atas nama Andi (33) dan Nurdin (40) dinyatakan selamat.

"Kecelakaan laut terjadi di koordinat 07° 5'49.48"S/ 106°18'16.48"E, di selatan Pantai Sawarna Bayah. Yaitu tabrakan antara kapal Baruna Jaya milik BPPT dengan perahu congkreng milik nelayan, Cisolok Sukabumi," kata Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Pencarian dan pertolongan Basarnas Banten Hairoe Amir Abyan Binis kepada Banten Raya, Minggu (3/11).

Hairoe menjelaskan, kejadian laka laut berawal saat Kapal Baruna Jaya sedang melakukan survei di perairan laut selatan Pantai Sawarna. Saat itu waktu menunjukan sekitar pukul 14.30. Tiba-tiba Perahu Congkreng yang ditumpangi oleh 3 orang Nelayan Cisolok muncul dari Lambung kiri haluan dan menabrak haluan, kemudian Kapal berusaha menghindar, namun karena jarak sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

"Akibat kejadian tersebut 1 orang nelayan hilang yaitu atas nama Amit (50 tahun), sedangkan 2 orang nelayan berhasil dievakuasi yaitu atas nama Andi (33 tahun) dan Nurdin (40 tahun), untuk kasusnya kasus ditangani Polda Banten," katanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Zaenal Arifin menambahkan, saat ini tim SAR gabungan yang terdiri dari KPP Banten, BPBD Kabupaten Lebak, Satpol Air Polres Lebak dan PMI telah diterjunkan untuk mencari satu orang nelayan yang hilang.

"Untuk operasi pencarian sedang kita lakukan dengan merjunkan tim SAR gabungan di lokasi tenggelamnya kapal Congkreng hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian. Hembusan angin yang kencang serta ombak Pantai Selatan Pulau Jawa yang begitu besar membuat pencarian korban dilakukan dengan sangat hati-hati," katanya.

Zaenal mengimbau kepada kepada tim SAR yang bertugas untuk berhati-hati dan waspada mengingat angin kencang dan ombak yang besar di lokasi. "Hingga kini tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda korban dan memperkirakan korban terbawa ombak ke arah barat," katanya.

Sementara itu, Komandan Kapal Patroli XXIII-1004 MUP Binuangeun Brigpol Sama'a membenarkan telah terjadi laka laut tabrakan kapal antara perahu congkreng KM Bintang 01 dengan KM Baruna Jaya di perairan Bayah. "Kejadian mengakibatkan KM Bintang 01 mengalami kerusakan (terbelah menjadi dua bagian). Untuk awak KM Bintang 01 berjumlah tiga orang, satu orang hilang atas nama Amit, dengan ciri-ciri memakai baju kaos belang-belang warna biru dan putih, celana kolor warna gading bertuliskan Rancabuaya. Sedangkan dua orang dapat diselamatkan," katanya.

Selanjutnya dua korban selamat di evakuasi ke atas Kapal Baruna Jaya untuk dibawa merapat ke perairan PLTU Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. "Keduanya langsung dievakuasi oleh Sat Polairud Polres Sukabumi. Kemudian dibawa ke RSUD Pelabuhan Ratu untuk penanganan medis," katanya.

Sama'a, menjelaskan tim SAR gabungan secara intensif masih melakukan proses pencarian korban hilang.  "Pencariandihentikan sementara karena cuaca kurang bersahabat, pencarian akan dilanjutkan besok pagi (hari ini) dengan sasaran sekitar perairan Kecamatan Bayah," katanya.(purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook