Setahun, Jadup Tsunami Rp600 Ribu Baru Cair

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 04 November 2019 - 15:25:09 WIB   |  dibaca: 55 kali
Setahun, Jadup Tsunami Rp600 Ribu Baru Cair

SALURKAN BANTUAN : Perwakilan Kemensos menyalurkan bantuan dana jadup bagi korban tsunami Selat Sunda di kantor BRI Cabang Labuan, Sabtu (2/11).

LABUAN, BANTEN RAYA - Warga yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda akhir tahun 2018 lalu, akhirnya menerima bantuan dana jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial (Kemensos), Sabtu (2/11).

Masing-masing para korban tsunami menerima bantuan dana jadup Rp600 ribu per orang. Sedangkan jumlah warga yang menerima jadup sebanyak 2.870 jiwa dari jumlah keseluruhan 4.010 jiwa. Mereka terdiri dari 734 kepala keluarga (KK) tersebar di Kecamatan Labuan, Carita, Pagelaran, dan Sukaresmi.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Hari Hikmat mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan jadup untuk warga yang terdampak bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang. Namun baru sebagian warga yang menerima jadup. Sementara sebagian korban tsunami yang lain belum menerima bantuan tersebut lantaran datanya belum lengkap.

"Sebetulnya kami sudah menyiapkan anggaran untuk semua warga terdampak tsunami, tapi karena datanya masih ada yang kurang, akhirnya yang menerima baru sebagian warga," kata Hari, ditemui di sela-sela penyaluran dana jadup di kantor Bank BRI Cabang Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kemarin.

Menurutnya, sebetulnya dana jadup sudah disiapkan oleh Kemensos. Namun penyaluran dana tersebut tergantung kesiapan data penerima dari pemerintah daerah, karena pihaknya menginginkan penerima bantuan jadup benar-benar warga yang terdampak bencana tsunami.

"Penyaluran jadup ini dilakukan secara bertahap, mengingat datanya ada yang masih diverifikasi oleh Dinas Sosial dan BRI dalam pembuatan rekeningnya," ujarnya. Dia mengingatkan, pemerintah daerah untuk mempercepat data warga korban tsunami yang belum menerima bantuan dana jadup.

Pihaknya meminta sebelum akhir tahun 2019, korban tsunami sudah menerima bantuan jadup. "Yang menjadi kendala itu soal data penerima. Kami targetkan pertengahan November tahun ini harus sudah selesai," pesannya.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Indah Dinarsiani mengatakan, korban tsunami yang menerima bantuan dana jadup dari Kemensos hanya sebagian, karena verifikasi data korban tsunami belum selesai."Sebelumnya data itu sudah lengkap, tetapi setelah diverifikasi dan divalidasi lagi ternyata berbeda, maka dari itu penyaluran jadup ini tidak sekaligus, dan yang menerima dana jadup baru 2.870 orang, dari total keseluruhan korban tsunami 4.010 orang," paparnya.

Indah memastikan, data warga yang belum menerima dana jadup sekitar 1.140 orang akan segera rampung. Saat ini dinasnya tengah melakukan verifikasi data korban tsunami tersebut. "Sedang kita validasi, mudah-mudahan data korban yang belum dapat bantuan dana jadup sudah rampung pada November sesuai permintaan Kemensos," ujarnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook