Masuk Penilaian, Gotong Royong Massal Digelar

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 05 November 2019 - 11:21:15 WIB   |  dibaca: 29 kali
Masuk Penilaian, Gotong Royong Massal Digelar

ANYAR – Warga RW 03, Kampung Cisiram, akan dikerahkan untuk gotong royong massal. Penataan lingkungan di kampung ini bakal dituntaskan. Pemerintah Desa Tambangayam, Kecamatan Anyar, merencanakannya, Rabu (6/11).

“Untuk menghadapi penjurian dari tim Lomba Kampung Bersih dan Aman, kita akan melaksanakan gotong royong massal,” tegas Kepala Desa Tambangayam Juhdi kepada Banten TV (grup Radar Banten) saat meninjau lingkungan RW 03, Kampung Cisiram, Senin (4/11).

Menurutnya, penataan lingkungan yang dilakukan warga Cisiram belum maksimal. Gotong royong massal tetap akan dilaksanakan, meskipun penilaian tahap pertama Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 dimulai pada 5 November. Sasarannya, antara lain, saluran drainase dan sampah yang dibuang di lahan kosong.

“Alasan kita memilih Kampung Cisiram, karena warganya memiliki kesadaran dan kompak dalam menjaga lingkungannya,” ujar Juhdi didampingi Ketua RT 03 RW 03, Kampung Cisiram, Sarnata dan anggota babinsa Koramil Anyar Sersan Satu (Sertu) Polos.

Juhdi menjelaskan, pengelolaan sampah di RT 03 RW 03, Kampung Cisiram, cukup baik. Lingkungan ini telah dilengkapi 15 tong sampah dari bantuan corporate social responsibility (CSR) perusahaan di sekitar perkampungan ini.

“Untuk sampah organik, sudah kita jadikan kompos. Untuk sampah residu yang tidak bermanfaat, ke depan, pihak Desa Tambangayam akan meminta kerja sama Pemerintah Kecamatan Anyar untuk mengangkut sampah,” terangnya.

Ketua RT 03 RW 03, Kampung Cisiram, Sarnata membenarkan jika di kampungnya sudah ada pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Caranya, sampah organik ditampung untuk dibusukkan. Di bagian bawah tempat penampungan sampah organik itu, dipasang selang.

Fungsinya, untuk mengalirkan air resapan sampah organik. Air resapan sampah organik itulah yang dijadikan pupuk kompos. Pengolahan sampah organik menjadi kompos ini belum menyeluruh dilakukan warga Cisiram.“Ke depan, jika di-support masyarakat dan pihak-pihak lain, pengelolaan sampah organik itu dimassalkan. Di Cisiram, banyak halaman rumah yang dimanfaatkan menjadi kebun,” jelas Sarnata.

Sementara, Sertu Polos menyampaikan bahwa keamanan lingkungan di Cisiram cukup terjaga. “Kita meminta pemuda dan warga untuk terus berkoordinasi dengan babinsa dan bhabinkamtibmas agar kejahatan bisa diminimalkan. Yang terpenting, masyarakat peduli terhadap lingkunganya,” tegasnya. (jay/ang/don/ags)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook