Kecamatan Jombang Seleksi Qori-Qoriah Lokal

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 05 November 2019 - 11:33:48 WIB   |  dibaca: 49 kali
Kecamatan Jombang Seleksi Qori-Qoriah Lokal

IKRAR : Sekmat Jombang, Hamid saat memimpin pengucapan ikrar Dewan Hakim STQ Kecamatan Jombang, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Pemerintah Kecamatan Jombang menggelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat kecamatan, Senin (4/10). Qori-qoriah atau Hafidz-Hafidhoh dan yang lainnya yang terpilih nanti bisa diikutkan dalam lomba tingkat kota.

Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Jombang, yang juga Ketua Lemabaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Jombang, Hamid menjelaskan, STQ merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan Kecamatan Jombang.

Selain bertujuan untuk membumikan Al-quran, juga dalam rangka menyeleksi bibit-bibit potensial yang ada di Kecamatan Jombang.“Di setiap kecamatan juga dilakukan. Ini dalam rangka menjaring anak-anak di wilayah kecamatan yang ada di pondok pesantren, rumah-rumah tahfidz agar berkesempatan mengikuti seleksi,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Hamid menyatakan, dengan dewan hakim yang dipilih dari unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jombang, Pembina STQ dan tokoh agama diharapkan mampu muncul bakat-bakat berkualitas dan siap bersaing pada STQ tingkat Kota Cilegon pada 16-17 November nanti.“Kami percaya dengan formasi dewan hakim, selain objektif juga bisa menilai kualitas anak-anak yang akan ikut dalam STQ tingkat kota, ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Hakim STQ Kecamatan Jombang, Hamdi mengungkapkan, dewan hakim akan melakukan penilaian secara objektif. Hal itu agar para peserta yang menang benar-benar dinilai dengan kualitas, sehingga nantinya saat menjadi peserta STQ tingkat Kota Cilegon bisa bersaing dengan kafilah kecamatan lainnya. "Kami juga akan mengedepankan kualitas dan mutu. Yang diutamakan obyektifitas penilaiannya. Sebab peserta merupakan putra daerah, jelek bagusnya putra daerah," ungkapnya.

Hamdi memaparkan, objektifitas penilaian juga nantinya akan dilakukan pada saat rapat dewan hakim saat penentuan juara. Hal itu untuk menghindari adanya jarak terlalu jauh saat penialian, termasuk juga bisa melahirkan perdebatan dan catatan bukti penilaian.  "Interfalnya juga kami hitung. Sebab, dengan kualitas yang sama jika nilainya terlalu jauh maka patur dibahas," imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook