Desa Budaya Bangun Gapura Masuk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 05 November 2019 - 11:39:18 WIB   |  dibaca: 54 kali
Desa Budaya Bangun Gapura Masuk

MULAI DIBANGUN : Asisten Daerah (Asda) I Setda Kota Cilegon, Taufiqurrohman meletakan batu pertama pembangunan gapura, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Desa Budaya di Lingkungan Penauan, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan membangun dua gapura masuk dan keluar. Pembangunan gapura desa yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon tersebut sebagai tanda atau gerbang masuk desa budaya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbud Kota Cilegon, Tini Suswatini menjelaskan, satu gapura di Jalan Raya Anyer sebagai pintu gerbang utama masuk desa budaya dan satu lagi di Lingkungan Penauan, persisnya di lokasi tempat permainan kebudayaan. “Ada dua, nanti di depan, dan belakang persis pertigaan menuju rumah Abah Jamhari sebagai tempat lokasi permainan dan lainnya untuk kebudayaan,” katanya kepada Banten Raya, Senin (3/11).  

Tini menjelaskan, gapura tersebut nantinya akan dihias dengan ornamen golok yang dibuat dan dikerjasamakan dengan pihak industri. Hal itu agar mencirikan salah satu budaya yang ada di Kota Cilegon.“Di dalam desa budaya, selain ada arena permanian budaya juga banyak mural-mural menggambarkan kebudayaan khas Kota Cilegon,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Setda Kota Cilegon, Taufiqurrohman mengapresiasi Disparbud Kota Cilegon yang telah menggagas desa budaya. Gagasan membangun kampung budaya ini, lanjutnya, merupakan rangkaian Kota Cilegon agar menumbuhkan dan melestarikan warisan budaya yang sudah dibangun secara turun-temurun oleh para pendahulu.“Budaya itu sistem yang tidak bisa dipisahkan, masyarakat jangan sampai tercabut dari akar sejarahnya,” paparnya.

Kepala Disparbud Kota Cilegon, Heri Mardiana memaparkan, desa budaya tersebut akan secara langsung diresmikan bersamaan dengan adanya Sosialisasi Pembangunan (Sospem) Pemkot Cilegon oleh Walikota Cilegon, Edi Ariadi“Besok (hari ini-red) akan diresmikan desa budaya oleh Pak Edi,” singkatnya.

Sementara itu, perwakilan Direksi PT Purna Sentana Baja (PSB), Nuryudono menjelaskan, adanya gapura itu bisa menjadi legenda, sehingga hal tersebut menjadi alasan PT PSB memberikan fasilitas pembuatan ornamen golok dan pembuatan gapura.

Dengan adanya desa budaya diharapkan bisa dikenal dan bisa berkembang lebih baik, sehingga menjadi embrio desa budaya lainnya. “Kami harap ini bisa menjadi embrio lahirnya desa-desa budaya lainnya, dan sebagai salah satu perwakilan industri berharap bisa terus memfasilitasi,” singkatnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook