Gesbica Gelar Road Show Teater

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 05 November 2019 - 12:26:04 WIB   |  dibaca: 216 kali
Gesbica Gelar Road Show Teater

TEATER: Sejumlah pemain menunjukkan kebolehannya dalam menampilkan teater Kailasa di aula Sadjeli Hasan lantai I kampus UIN Banten, Senin (4/11), yang dimainkan oleh Gesbica.

SERANG, BANTEN RAYA-Gema Seni Budaya Islam Campus (Gesbica), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuidn (SMH) Banten, menggelar road show teater dengan bertajuk "Kailasa" untuk mengajak masyarakat umum membangun spritual salakanagara.

Acara yang disutradai oleh Kang Robin Haris dan melibatkan 20 pemeran ini, diselenggarakan di aula Sadjeli Hasan lantai I kampus UIN Banten pada Tanggal 4-7 November. Kemudian dilanjut pada Tanggal 8-9 November di Kaduengang Pandeglang, dan terakhir Tanggal 19 Desember di Tengkurak Tirtayasa.

Ketua Umum Gesbica UIN Banten, Nursilmi Astaji mengatakan, tujuan dari diselenggarakan teater Kailasa ini guna memaknai hidup lebih dalam. Sehingga menggambarkan kehidupan sehari-hari manusia yang mencoba kembali kepada Tuhan yang maha esa.

"Kailasa itu artinya tempat perenungan, dan salah satu nama dari gunung lokal di Banten yaitu Pulosari menjadi tempat bersemayam untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Sehingga dengan bermeditasi, umat manusia dapat mengembalikan spririt salakanagara yang positif, seperti memfungsikan peran khalifah di muka bumi ini," ucapnya, kemarin.

Nursilmi mengungkapkan, ada sedikit perbedaan dari teater "Kailasa" ini, seperti tidak adanya sebuah dialog atau perbincangan secara dua arah. Layaknya dua atau lebih, manusia sedang berkomunikasi.

"Kalau nanti melihat adegan, kami lebih banyak bermeditasi, tidak ada dialog sama sekali. Kami menyampaikan pesan pula lewat kata-kata, syair, alunan suara, dan bahasa tubuh, seperti gambaran keributan hiruk-pikuk manusia," ujarnya."Sehingga, energi kerusakan yang ada di bumi diakui oleh kesalahan manusia semata, sampai si manusia tersebut dapat kembali memakmurkan bumi beserta seisinya," sambungnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Teater Kailasa, Krisno Ardi mengatakan, bermula karena ingin mengangkat lokalitas Banten, seperti 'Beluk' yang didalamnya terdapat spirit salakanagara. "Naskah percakapan disini tidak ada, yang ada cuma meditasi pertunjukan-pertunjukan agar segala yang berasal dari alam bisa dengan mudah berubah atas kehendak Allah," ujarnya.

Teater yang berdurasi kurang lebih 45 menit tersebut, lanjut Krisno, didesain secara lebih mendalam dan intim agar pesan dan kesan yang tersirat dapat tersampaikan. "Namanya teater pastinya lebih sering di indoor dan desain dekorasi yang gelap, tapi di Kailasa lebih gelap dan minim cahaya guna lebih mendekatkan kembali antara penonton, pemain dan yang maha kuasa, Allah Subhanahu Wataala," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook