YPI Jadi Tuan Rumah Sister School Program

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 05 November 2019 - 12:27:36 WIB   |  dibaca: 190 kali
YPI Jadi Tuan Rumah Sister School Program

BELAJAR: Peserta didik Mattahayom Watnairong School foto bersama usai acara penyambutan yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Informatika.

SERANG, BANTEN RAYA- Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) menjadi tuan rumah program Sister School Program, yaitu program pertukaran pelajar pada jenjang pendidikan SMP dan SMA, untuk menukar pengetahuan mengenai bahasa, teknologi dan budaya.

Kepala SMK Informatika Kota Serang Anizir Ali Murid mengatakan, kegiatan ini sudah menjadi agenda dua tahunan, dan ini sudah tahun yang keenam dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Informatika."Tahun ini Yayasan Pendidikan Informatika menjadi tuan rumah dalam Sister School Program, dimana sebanyak delapan orang peserta didik dan dua guru dari Mattahayom Watnairong School, Thailand belajar di sini," kata Anizir kepada awak media, kemarin.

Ia mengaku, Mattahayom Watnairong School merupakan salah satu sekolah terbaik dan milik kerajaan Thailand. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk menciptakan lulusan yang mampu menghadapi revolusi industri dan era globalisasi."Para peserta didik dari Mattahayom Watnairong School Thailand ini akan belajar di Yayasan Pendidikan Informatika selama lima hari. Mereka tidak hanya belajar bahasa dan teknologi, namun juga budaya dan seni di Banten," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan pertukaran pelajar sejak 2018 ini mampu meningkatkan kualitas SDM pelajar dan guru di Banten terutama di YPI. "Kami ingin kemampuan berkomunikasi para pelajar dan guru bisa lebih luas,  tidak hanya di Indonesia tapi global, "ujarnya.Senada disampaikan Kepala Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, Yayasan Pendidikan Informatika, Nurul Fariq mengatakan mereka terdiri dari 2 guru,  3 pelajar SMP dan 5 pelajar SMA.

Pihaknya akan mengajak mereka ke berbagai tempat menarik di Provinsi Banten. Sehingga mereka bisa mengetahui perkembangan kebudayaan dan sistem kurikulum pendidikan di Banten. "Jadi selama tiga hari ini kami mengajak mereka keliling Banten, kemudian kunjungan ke sekolah dan kampus di Banten. Nanti kami bergantian akan persentasi soal profil sekolah, medote pengajaran proses belajar mengajar di Banten," ujarnya.

Sementara itu, Nochnakab Noch guru Mattahayom Watnairong School mengaku senang bisa mengunjungi Indonesia, terutama Provinsi Banten. Ia ingin mengetahui tradisi-tradisi warga Banten.  Dan ingin mengetahui pariwisata di Banten serta bahasa-bahasa di Banten."Jadi kami ingin menggali banyak informasi terkait kebudayaan dan sistem kurikulum pendidikan di Provinsi Banten," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Nunung Sarif Hidayat, Kasie Kurikulum SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten mengatakan, saat ini tantangan sangat ketat. Kegiatan ini salah satu ikhtiar untuk menghadapi tantangan tersebut."Dengan adnaya kegiatan ini maka mampu mengembangkan mutu guru dan peserta didik," ujarnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook