30 Persen Masyarakat Kena Darah Tinggi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 05 November 2019 - 12:49:30 WIB   |  dibaca: 79 kali
30 Persen Masyarakat Kena Darah Tinggi

DISAMBUT ANTUSIAS: Bupati Serang Rt Tatu Chasanah meninjau masyarakat yang sedang memeriksakan kesehatannya pada acara baksos HKN ke- 55 di Puskesmas Cikande, Senin (4/11).

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Puskesmas Cikande, Senin (4/11). Hasil dari pemeriksaan kesehatan tersebut, mayoritas masyarakat terkena penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan kencing manis atau diabetes.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, peringatan HKN ke-55 pada tahun ini mengambil tema generasi sehat Indonesia unggul. “Hari ini (kemarin-red) kita adakan baksos pemeriksaan dan pencegahan PTM (penyakit tidak menular) seperti pemeriksaan hipertensi, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan lemak darah pada kelompok-kelompok risiko tinggi,” ujar Sri.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersebut, penyakit tidak menular paling dominan yakni penyakit hipertensi dan diabetes yang disebabkan dari pola hidup yang kurang baik. “Kalau dipersentasekan untuk hipertensi ini lumayan hampir 30 persen dengan rata-rata usia 40 tahun ke atas tapi ada juga yang di bawah 40 tahun. Kalau dulu-dulu biasanya di atas usia 50 tahun,” katanya.

Untuk mencegah penyakit hipertensi dan diabetes tersebut, Sri mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cara rutin melakukan olahraga, mengecek kesehatan pola. “Banyak faktor yang mempengaruhi biasanya karena belum terbiasa berprilaku PHBS. Kemudian agar terhindar dari hipertensi pola makan, pola tidur harus diatur dengan baik,” paparnya.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat Kabupaten Serang agar membiasakan diri menerapkan PHBS untuk kepentingan kesehatan mereka. “Kesehatan ini segalanya, karena kita mau melakukan aktivitas apapun harus sehat dulu badannya. Masyarakat harus mulai sadar akan pentingnya kesehatan diri sendiri,” kata Tatu.

Ia menjelaskan, penerapan PHBS perlu terus dilakukan agar capaian pelayanan kesehatan masyarakat bisa tercapai dengan baik yang dimulai dari masyarakat yang ada di bawah. “Masyarakat harus mulai menjaga kebersihan lingkungannya dan mengatur pola makannya agar tetap sehat. Masyarakat harus mulai memperhatikan kesehatannya karena itu sangat penting,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook