CSR Industri Dinilai Belum Berdampak

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 06 November 2019 - 10:29:40 WIB   |  dibaca: 108354 kali
CSR Industri Dinilai Belum Berdampak

PEMBANGUNAN : Camat Ciwandan, Agus Ariadi menunjukkan program-program kepada Walikota Edi Ariadi bersama wakilnya, Ratu Ati Marliati saat Sosialisasi Pembangunan tingkat Kota Cilegon di Lapangan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Selasa (5/11).

CILEGON, BANTEN RAYA - Peran industri terhadap pembangunan Kota Cilegon khususnya di KecamatanCiwandan dinilai belum maksimal. Penyaluran Corporate Social Responsibilty (CSR) perlu dimaksimalkan lagi agar lebih tepat sasaran ke masyarakat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon, Sayuti Ali mengatakan, hadirnya industri di Kota Cilegon dampaknya belum terlalu maksimal dirasakan masyarakat Ciwandan. Penyaluran CSR dinilai belum maksimal ke masyarakat. “CSR belum begitu mengena ke masyarakat Ciwandan. Bukan saya mengecilkan, tapi mudah-mudahan bisa mengena ke masyarakat,” kata Sayuti dalam sambutannya pada Sosialisasi Pembangunan (Sospem) tingkat Kota Cilegon, di Lapangan Kubangsari, Ciwandan, Selasa (5/11).

Dikatakan Sayuti, jika keberadaan industri bisa berdampak positif bagi pembangunan di Ciwandan, peran pemerintah tidak terlalu berat.Ia berharap, ke depan peran industri bisa lebih mengena ke masyarakat lingkungan sekitar bukan hanya CSR saja. “Keberdaaan industri bisa berdampak positif dalam segala bidang. Ada beberapa industri yang belum berdampak bagi masyarakat, tapi hanya beberapa saja,” harap Sayuti yang juga warga Ciwandan.

Saytui meminta sinergitas pemerintah dan industri saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi Camat Ciwandan Agus Ariyadi yang baru menempati jabatan barunya beberapa bulan.
Ia berharap, pemerintah bisa menjadi penghubung antara industri dan masyarakat lokal. Di Ciwandan sendiri, meskipun banyak industri skala nasional atau internasional, khasanah kearifan lokal masih terjaga. “Kami juga berharap industri berperan dalam menjaga khasanah kearifan lokal,” harapnya.

Sayuti juga mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, agar anggaran bagi Kecamatan Ciwandan bisa ditambah lagi. Sebab, dalam segi penganggaran atau gelontoran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk Kecamatan Ciwandan juga dinilai masih sedikit dibandingkan kecamatan lain. “Kami berharap Pak Wali (Walikota Cilegon Edi Ariadi -red) bisa menambah anggaran untuk Kecamatan Ciwandan,” pintanya.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, peran industri dalam pembangunan di Ciwandan akan dimaksimalkan lagi. Saat ini, beberapa industri juga sudah memberikan sumbangsih dan dampak positif untuk pembangunan. “Kami minta Camat Ciwandan (Agus Ariyadi -red) untuk membangun komunikasi dengan industri, itu tugas Pak Camat,” pintanya ditemui usai Sospem di Kecamatan Ciwandan.

Edi menambahkan, kebedaraan industri di Kota Cilego harus tetap dijaga. Iklim investasi yang baik serta sinergitan industri dan masyarakat yang selama ini sudah baik harus dipertahankan. “Iklim investasi yang baik harus terus dijaga,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Camat Ciwandan, Agus Ariyadi mengaku akan menjalankan instruksi walikota Cilegon untuk menjaga iklim investasi yang baik. Keberadaan industri yang berdampak positif bagi masyarakat juga akan ditingkatkan. “Kami akan jaga iklim investasi, agar keberadaan industri berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, tenaga kerja, kesehatan, pendidikan dan yang lainnya,” ujarnya.

Eks Camat Jombang ini mengaku akan segera melakukan pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat Ciwandan agar permasalahan-permasalahan tersebut juga bisa diselesaikan oleh pemerintah dan industri. “Saya akan turun ke lapangan melakukan maping kebutuhan masyarakat, nanti kita sampaikan ke industri agar CSR bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” akunya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook