Petugas Bandara Bobol Bagasi Penumpang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 06 November 2019 - 12:06:58 WIB   |  dibaca: 59 kali
Petugas Bandara Bobol Bagasi Penumpang

ORANG DALAM : Kapolres Bandara Soekarno Hatta AKBP Arie Ardian (tengah) menunjukkan barang bukti, Selasa (5/11).

TANGERANG - Sebanyak empat pelaku pencurian bagasi pesawat atau "dodos tas" dibekuk Tim Garuda jajaran Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta. Dari keempat tersangka, dua orang diketahui merupakan petugas kargo Bandara Kualanamu, Sumatera Utara yang menjadi operator towing bagasi.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Arie Ardian mengungkapkan, kasus terungkap diawali dari adanya laporan kehilangan barang ekspedisi sebanyak satu koli milik seorang bernama Bambang yang diantar melalui jasa pengiriman PT J&T Express dari Jakarta menuju Medan pada 19 Juli lalu.

"Korban mengirim 16 koli barang. Sesampainya di Bandara Kualanamu, petugas ekspedisi mendapati hanya ada 15 koli barang. Setelah dilakukan pemeriksaan, terjadi kehilangan 1 koli berisikan 4 handphone dengan kerugian Rp 27.945.000," ujar Arie Ardian dalam rilis di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/11).

Atas laporan tersebut, tim Garuda Polres Bandara Soekarno Hatta kemudian melakukan penyelidikan. "Dengan penyelidikan yang cukup lama dari bulan Juli sampai pertengahan Oktober, kami mendapat informasi bahwa tersangka berada di Medan. Berbekal informasi penyelidikan tersebut akhir Oktober kami menangkap empat tersangka," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander menambahkan, keempat tersangka berinisial DI, S, BA dan MR, sementara satu tersangka R, masih dalam pengejaran pihaknya dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Alexander mengungkapkan, dua tersangka DI dan S menjadi otak kejahatan karena bekerja sebagai petugas kargo Bandara Kualanamu. Sementara BA, MR dan R adalah penadah barang haram tersebut. Alexander menuturkan, cara kedua tersangka DI dan S dalam melakukan aksinya adalah dengan mengambil barang yang terbungkus secara acak dan mencari barang yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.  "Mereka kemudian menjual handphone tersebut lebih murah demi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.

Menurut Alexander kedua tersangka sudah bekerja selama tiga tahun sebagai petugas outsourcing di Bandara Kualanamu sehingga memahami semua area cargo bandara."Mereka sudah profesional, sudah tahu benar penurunan barang pesawat sampai pengirimannya," ujarnya seraya mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk melihat apakah ada pelaku lain atau tidak. (mg-ipul)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook