15 Siswa SMKN 3 Kabur Saat Berlayar di Papua

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 06 November 2019 - 12:14:08 WIB   |  dibaca: 100 kali
15 Siswa SMKN 3 Kabur Saat Berlayar di Papua

TAK TAHAN DIANIAYA : Siswa SMK Negeri 3 Pandeglang menunggu dijemput orang tua usai kabur saat ikut berlayar mencari ikan di wilayah Timika Papua, Senin (4/11).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 15 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Pandeglang jurusan Nautika yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi Anak Buah Kapal (ABK), kabur saat ikut berlayar mencari ikan di wilayah Timika Papua, Senin (4/11). Alasannya, para siswa mengaku dianiaya oleh ABK senior.

"Kami ikut PKL berawal di daerah Pati, Jawa Tengah di kapal penangkap ikan. Pada saat itu, saya dan teman-teman sering mendapat tekanan dari kru kapal. Dari situ lah kami pengen pulang. Kebetulan, kapal mendarat di Timika Papua mau belanja buat kebutuhan berlayar, kami dengan rasa takut melarikan diri, dan tidak kembali lagi ke kapal," cerita Eli Suhari, korban yang juga pelajar SMKN 3 Pandeglang ditemui di rumahnya, Selasa (5/11).

Saat berusaha kabur, Eli bersama teman-temannya mendapat bantuan dari salah seorang sopir taksi dan mencarikan tempat istirahat sementara di Timika. "Alhamdulillah kami di sana dapat tempat istirahat, dan bisa pulang ke Pandeglang," ujarnya.

Agung Gumelar, pelajar SMKN 3 Pandeglang lain mengatakan hal yang sama. Kata dia, pada saat kabur bersama temannya di Timika Papua mendapatkan pertolongan dari semua pihak. "Sebenarnya saat kami berada di Timika Papua itu tidak telantar, dan bisa dikatakan berkecukupan berkat pertolongan dari anggota Polisi, TNI dan para relawan yang terus membantu kami," ujarnya.

Asep Komarudin orang tua Eli Suhari mengaku sempat khawatir ketika mendapat informasi anaknya berada di Timika Papua. Namun saat mendapat informasi dari pihak sekolah, dia bersyukur anaknya bisa pulang dengan selamat. "Pas dapat laporan anak saya ada di Papua, kaget dan sedih takut anak saya kenapa-napa di sana, karena sebelumnya saya dapat kabar anak kami ini telantar. Tapi, pas dapat kabar dari sekolah, anak saya gak apa-apa, Alhamdulillah sekarang sudah pulang ke rumah dengan selamat," ujarnya.

Kepala SMK Negeri 3 Pandeglang, Susila membenarkan insiden tragis tersebut. Akan tetapi, kini semua siswa sudah kembali ke rumah masing-masing sejak Senin (4/11) sore. Soalnya, pascamenerima informasi belasan siswa kabur, pihaknya langsung memesankan tiket pesawat dari Timika menuju Bandar Soekarno Hatta Tangerang.

"Anaknya semua sudah ada di rumah masing-masing. Alhamdulilah sehat walafiat, mereka naik pesawat terbang. Kita jemput ke bandara, sampai magrib sudah ada di SMK 3, kita serah terima dengan keluarganya," katanya.

Terpisah, Sekretaris Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan memastikan akan mendatangi langsung siswa dan SMKN 3 Pandeglang untuk mengetahui lebih jauh kejadian tersebut. "Komisi V akan segera melakukan kunjungan ke sekolah tersebut untuk meminta klarifikasi," kata Fitron.Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma'ani Nina berjanji akan memberikan penanganan bagi 15 siswa yang mendapatkan kekerasan saat PKL itu. (yanadi/satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook