Pemasaran Masih Jadi Kendala Pelaku IKM

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 07 November 2019 - 10:42:09 WIB   |  dibaca: 39 kali
Pemasaran Masih Jadi Kendala Pelaku IKM

TINJAU PRODUK : Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati saat meninjau produk IKM, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA - Perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Cilegon masih terkendala pemasaran dan sentra produk. Hal itu diungkapkan salah satu pelaku IKM, Irwanto saat Sosialisasi dan Pembinaan IKM di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (6/11).

Irwanto menjelaskan, secara produk IKM di Kota Cilegon sudah mampu bersaing dengan produk-produk lainnya di luar. Namun, tinggal pemasarannya harus dibuka ruang, baik melalui kerjasama maupun pembuatan sentra IKM.“Masih kurangnya sentra ekonomi atau tempat yang terpusat bagi produk-produk IKM menjadikan kendala. Sebab, saluran produk tentu harus juga bisa dijual untuk perkembangan IKM,” katanya saat acara diskusi, kemarin.

Irwanto berharap, adanya kebijakan yang dibuat pemerintah untuk menanggulangi kendala pemasaran hasil produk IKM. Misalnya, kata Irwanto, dengan mengadakan kerjasama dengan pihak insdustri untuk pembuatan sentra tersendiri.“Kami harap kebijakan bisa didorong ke arah IKM untuk maju, minimal ada banyak sentra produk IKM yang dibuat oleh Pemkot Cilegon,” imbuhnya.

Acara yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon ini dibuka Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati.Dalam kesempatan itu, Ati menyampaikan, memastikan kedepannya peran industri dan kebijakan pemerintah bisa memfasilitasi pemasaran produk dan sentra IKM, sehingga IKM yang sudah bagus di Kota Cilegon bisa lebih berkembang lagi.

Sebab, menurut Ati, pemasaran dan sentra masih dikeluhkan oleh pelaku IKM."Kami dorong peran industri (Perusahaan_red) memberikan fasilitas, termasuk juga akan difasilitasi sentra dengan berbagai kebijakan yang nantinya dikeluarkan," ungkapnya.

Untuk perkembangan IKM, papar Ati, diharapkan bisa berbanding lurus dengan pengurangan pengangguran di Kota Cilegon. Bahkan, bukan hanya IKM, sejumlah dinas juga bakal bisa melahirkan kebijakan untuk mengarah kepada penyerapan tenaga kerja. "Tugasnya bukan hanya Disperindag saja. Itu jadi konsen semua OPD untuk mampu membuat program yang berorientasi ke sana (pemberdayaan-red)," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb. Dikrie Maulawardhana memaparkan, tidak mudah untuk menyiapkan lahan sentra IKM. Sebab, sekarang ini pembelian lahan harus dilakukan oleh tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kendati begitu pihaknya akan terus mendorong, sehingga pada 2020 sudah ada sentra IKM yang dibangun secara bersama-sama.“Tidak mudah sekarang ini. Namun kami nanti survei soal di mana (Tempatnya). Sebab, tempat itu (sentra IKM) harus strategis,” paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook