Krisyanto Nilai Pandeglang Belum Berubah

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 07 November 2019 - 11:19:27 WIB   |  dibaca: 18 kali
Krisyanto Nilai Pandeglang Belum Berubah

BERNYANYI : Vocalis grup Jamrud Krisyanto menyempatkan menghibur peserta Lorong Diskusi di Kampus Unma, Kecamatan Saketi, Rabu (6/11).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Bakal calon Bupati Pandeglang dari jalur perseorangan Krisyanto menilai Kabupaten Pandeglang cenderung tidak mengalami perubahan berarti semenjak ia kecil hingga saat ini.

Alasan ini pula yang diakuinya jadi magnet dengan Hendra Pranova (bakal calon wakil bupati) fokus maju di Pilkada Pandeglang 2020 meski harus bersaing dengan para bakal calon dari kalangan politisi parpol termasuk petahana."Saya kecil  di Kecamatan Cibaliung dan pindah-pindah kecamatan karena ikut bapak sebagai Koramil. Sampai sekarang masih hapal wilayah-wilayah Pandeglang.

Suasana saya kecil dulu masih ditemukan saat ini seperti jalanan rusak dan sempit, tata kota yang begitu-begitu saja, kesulitan air bersih saat kemarau, dan ekonomi masyarakat yang lesu karena lapangan usaha terbatas. Kenapa ya Pandeglang kok gini-gini saja?," kata Krisyanto saat menjadi pembicara dalam Lorong Diskusi yang digelar Unma Banten di Kecamatan Saketi, Rabu (6/11).

Kata Krisyanto, lambannya kemajuan Pandeglang dibanding daerah lain di Banten sangat memotivasinya untuk maju di Pilkada. Kris menyatakan sadar akan besarnya kekuatan politik yang harus dihadapinya. Jalur independen kata Kris dipilih untuk menghindari membeli perahu parpol.

Kalau memaksakan membeli perahu dengan harga ratusan bahkan milyaran rupiah, kata Kris akan memicu korupsi kalau jadi (terpilih jadi kepala daerah). "Makanya modal sosial yang saya miliki ditambah masyarakat yang ingin perubahan Pandeglang lah yang jadi penyemangat saya. Kalau terpilih saya ingin melakukan reformasi pendidikan, infrastuktur, kesehatan, dan ekonomi," bebernya.

Sementara itu salah satu nara sumber diskusi yakni  Abdul Malik, Dekan Fisip Unsera menyebut politik Pandeglang unik. Ia mencontohkan kalau Pilkada calonnya adalah muka-muka lama. "Hemat saya Pandeglang itu tidak meski bagi mereka-mereka yang punya kapasitas atau kemampuan yang sebenarnya banyak berkiprah di level nasional. Akhirnya kekuatan politik yang muncul ya itu-itu saja meski track recordnya dianggap buruk. Masyarakat akhirnya tak ada pilihan," jelas Abdul Malik.

Ia mengatakan agak senang ada calon independen yang maju di Pilkada. "Namun populer saja tidak akan cukup. Calon kepala daerah perlu modal dan jaringan dan harus diakui ini biasanya dimiliki petahana. Kalau atas nama perubahan, mudah-mudahan saja masyarakat Pandeglang dalam Pilkada nanti menyadari bahwa Pandeglang memang butuh kepala daerah yang berintegritas dan mampu membawa daerah lebih baik," tandasnya.

Jalannya diskusi rutin ini berlangsung meriah Sedianya panitia juga mengundang bakal calon lain yakni Irna Narulita, Tanto Warsono Arban, Mulyadi, dan Herman Firdaus namun tak datang. Namun banyak mahasiswa dan dosen yang hadir serta Wakil Rektor Unma Dr Ali Nurdin, Dekan Fakuktas Hukum dan Sosial Politik Said Ariyan serta aktivis mahasiswa untuk melakukan dialog dengan para balon. (muhaemin/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook