Nilai SKD Tahun 2018 Bisa Dipakai di 2019

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 07 November 2019 - 13:29:39 WIB   |  dibaca: 34 kali
Nilai SKD Tahun 2018 Bisa Dipakai di 2019

SERANG - Nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) dalam tes CPNS tahun 2018 ternyata bisa digunakan kembali di tes CPNS 2019. Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Mujiyati Erianis mengatakan, peserta tes CPNS yang tahun 2018 nilainya masuk passing grade, namun tak lolos CPNS, bisa memilih apakah akan menggunakan kembali nilai SKD 2018, atau tidak.

"Nanti pas daftar, by sistem dia bisa memilih. Ada pilihannya, akan mengikutkan nilai SKD sebelumnya atau tidak. Kalau pilih menggunakan SKD, jadi bisa perbandingan dengan nilai SKD 2019. Nanti yang dilihat mana yang tertinggi," kata Eris, sapaan akrabnya.

Wanita murah senyum ini menyarankan pelamar CPNS yang sempat masuk passing grade di 2018, tetap memasukan nilai SKDnya. "Amannya mending diikutkan SKD yang 2018. Kalau SKD 2018 tidak diikutkan, berarti yang dipakai hanya nilai 2019 saja. Kalau diikutkan dua-duanya, yang dipilih yang nilainya paling tinggi," tuturnya.

BKPSDM sendiri, kata Eris, sudah siap melaksanakan rekrutmen CPNS dengan teknis yang hampir sama dengan 2018. Pelamar kembali akan menghadapi tes dengan sistem computer assisted test (CAT) dengan kode pakaian hitam putih. Bedanya, dari total 411 formasi CPNS yang didapat Pemkab Serang, tahun tidak ada formasi khusus untuk honorer kategori 2 (K2). "Memang di kebijakan kebijakan nasional tidak ada. Baik instansi pusat maupun pemerintah daerah tidak ada formasi K2. Jadi ini formasinya umum semua," tutur Eris.

Eris mengungkapkan bahwa Pemkab Serang sebenarnya mengusulkan formasi untuk honorer kategori 2 kepada pemerintah pusat. "Banyak yang K2 yang menanyakan ke sini. Via whatsapp juga banyak. Yang datang melalui forum juga ada. Tapi ya itu kebijakan dari pusatnya tidak ada. Jadinya sekarang semuanya formasi umum," tuturnya.

Formasi khusus yang masih ada dan tersedia adalah formasi untuk pelamar disabilitas dengan jumlah 2 persen dari total formasi, atau delapan formasi dengan formasi untuk teknik informatika dan akuntansi. "Tahun kemaren juga samap 8 formasi. Tapi tidak ada pendaftar.

Ada yang sempat daftar, tapi tidak memenuhi persyaratan. Karena disabilitas tidak ada yang minat, dari BKN akhirnya diarahkan untuk diisi oleh formasi umum," kata Eris seraya mengatakan bahwa dari total 411 formasi, sebanyak 134 formasi untuk tenaga kesehatan, 99 tenaga pendidikan, dan 178 tenaga teknis lainnya. (fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook