Muncikari Prostitusi Online Divonis 2 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 07 November 2019 - 13:39:10 WIB   |  dibaca: 810 kali
Muncikari Prostitusi Online Divonis 2 Tahun

MENDENGARKAN : Terdakwa Yusuf Ramdani mendengarkan pembacaan putusan yang dibacakan ketua majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Serang.

SERANG, BANTEN RAYA - Yusuf Ramdani, muncikari prostitusi online berkedok panti pijat plus-plus di Ruko Cluster Sakura Tahap 1 Blok RYFR, Perumahan Bumi Indah, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (6/11).

Majelis hakim yang dipimpin Arif Hakim Nugraha menilai, Yusuf Ramdani terbukti bersalah melanggar Pasal 45 Ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa Yusuf Ramdani selama 2 tahun penjara, serta denda Rp100 juta dengan ketentuan, bila denda tidak dibayarkan, maka dapat diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan," kata Arif Hakim disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Nia Yuniawati dan juga terdakwa.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya terdakwa dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara. Untuk denda, sesuai dengan tuntutan yaitu Rp100 juta subsider 3 bulan penjara."Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah membuat resah masyarakat. Hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berterus terang dalam persidangan," ujarnya.

Dalam fakta yang dipaparkan di persidangan, kasus prostitusi itu terungkap oleh anggota Subdit V Cyber Polda Banten pada 26 Juni 2019. Saat itu anggota kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktek prostitusi di Violet Massage yang di promosikan melalui akun whatsapp (WA).

Postingan status WA berisi promosi therafies dan paket-paket pelayanan terapis pijat yang dapat dipilih oleh pelanggan. Setelah ditelusuri oleh Subdit Cyber Polda Banten, diketahui pemilik akun whatsapp melakukan praktek prostitusi di Violet Massage yang beralamat Ruko Cluster Sakura Tahap 1 Blok RYFR, Perumahan Bumi Indah, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Dari penyelidikan itu, polisi berhasil mengamankan 11 orang di dalam ruko tersebut yaitu 1 orang operator di Violet Massage, 1 orang officeboy, 6 orang terapis serta 3 tamu. Mereka selanjutnya digelandang ke Mapolda Banten.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ke 11 orang tersebut, diketahui bahwa pemilik yang membuat dan menguasai akun WA dengan nomor 085217489883 yaitu terdakwa Yusuf Ramdani. Sedangkan, kesepuluh orang lainnya hanya dijadikan saksi.

Adapun promo-promo prostitusi online yang ditawarkan kepada pelangganya yaitu, paket combo 1 dengan harga sebesar Rp 320 ribu dengan mendapatkan pelayanan, topless (buka baju, buka celana, dan buka BH namun masih menggunakan celana dalam), hingga blow job (BJ) atau menghisap alat kelamin tamu.

Paket combo 2 dengan harga sebesar Rp 440 ribu, pelanggan mendapatkan pelayanan topless, BJ hingga berhubungan badan dengan terapis. Kemudian, paket combo 3 dengan harga sebesar Rp 500 ribu, pelanggan mendapatkan pelayanan pijat, toples, BJ, hingga berhubungan badan selama 1 jam.

Selanjutnya, paket combo 4 dengan harga sebesar Rp380 ribu, mendapatkan pelayanan pijat, lulur hingga berhubungan badan. Terakhir, paket combo 5 dengan harga sebesar Rp 600 ribu, pelanggan mendapatkan pelayanan dari dua orang terapis, mulai dari pijat, hingga melakukan threesome atau berhubungan badan dengan dua perempuan.

Usai mendengarkan pembacaan putusan, JPU Kejari Serang Nia Yuniawati dan terdakwa Yusuf Ramdani menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Keduanya diberi waktu selama satu pekan untuk menyatakan keputusannya atau dianggap inkrah. "Pikir-pikir yang mulia," kata JPU dan terdakwa. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook