Partisipasi Warga Kadomas, Jempol!

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 08 November 2019 - 12:09:26 WIB   |  dibaca: 33 kali
Partisipasi Warga Kadomas, Jempol!

CINANGKA – Dewan juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 yang menugaskan tim 9 mendapat kejutan. Kemarin (7/11), tim juri beranggotakan empat orang itu disambut dan diiringi grup rebana RW 004, Kampung Kadomas, Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, saat melakukan penilaian. Juri terkesan dengan partisipasi warga Kadomas menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan mereka.

Kemeriahan pecah ketika tim 9 datang di lingkungan RW 004, Kampung Kadomas. Kepala Desa Cinangka Amin Karsiman dan puluhan warga yang telah menunggu sejak pukul 08.00 WIB, menyambut kedatangan juri. Bersamaan dengan itu, rombongan ibu-ibu grup rebana langsung memainkan keterampilannya. 

Kepala desa, pengurus RT dan RW, serta warga mengajak tim juri dengan anggota Kabid Tata Bangunan Pendidikan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Serang Deni Hartono, Redaktur Radar Banten Agus Priwandono, perwakilan Korem 064 Maulana Yusuf Mayor Czi Haryadi, dan perwakilan Kepolisian Daerah Banten AKP Mad Supur mengelilingi lingkungan RT 01 dan RT 02 di RW 004, Kampung Kadomas. Sudut-sudut perkampungan itu ditunjukkan kepada tim juri. Grup rebana tak ketinggalan selalu mengiringi, berjalan di belakang tim juri saat melakukan penilaian.

Kepercayaan diri warga Kadomas sepadan dengan kondisi kampungya. Warga tak hanya merapikan jalan berkonstruksi paving block di perkampungan itu dengan pagar bambu bercat putih dan biru. Halaman rumah-rumah warganya pun bersih dari sampah. Di setiap halaman rumah, telah dilengkapi dengan dua tempat sampah dari bambu. Warga sudah memilah sampah organik dan nonorganik.

Kesadaran warga dalam mengelola sampah itu juga ditunjukkan dengan tempat penampungan sampah sementara di lahan kosong. Warga menggali tanah untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik. Di tiap RT di RW 004, Kampung Kadomas, ada tempat penampungan sampah sementara semacam itu.“Kalau sudah penuh, sampah organik kita timbun tanah untuk kompos. (Sampah-red) yang nonorganik dijadikan barang kerajinan,” jelas Anita Kosidi, istri dari kepala Desa Cinangka.

Pemanfaatan sampah plastik menjadi barang kerajinan di kampung itu, dilakukan oleh tiga kelompok. Semua anggotanya ibu-ibu. “Kalau ada yang mau, ya dijual. Pembelinya masih warga sini (RW 004, Kampung Kadomas-red),” terang Anita.

Di lingkungan itu, tim juri juga ditunjukkan kebun dengan bermacam tanaman obat. Apotek hidup itu ada di RT 01 dan 02 di RW 004, Kampung Kadomas.Koordinator tim 9 Deni Hartono mengaku, penyambutan warga Kadomas adalah bagian dari partisipasi warga yang menjadi kriteria penilaian. “Untuk di Kampung Kadomas, yang menjadi catatan antusias masyarakat untuk LKBA ini sangat bagus,” ujarnya kepada Radar Banten di sela-sela penilaian.

Deni mengatakan, sarana penunjang yang menjadi indikator penilaian LKBA hampir semua terpenuhi di Kadomas. Secara umum, kondisi kampung masuk kategori baik. Kekurangannya adalah lingkungan untuk kategori kampung berbunga.

Deni pun berharap, pengurus RT dan RW sebagai struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat tak bosan mengajak warganya untuk hidup bersih dan menjaga keamanan lingkungan.“Secara umum kategori baik. Untuk penilaian kedua, 4 Desember mendatang, saya harap bisa lebih baik. Intinya, ini harus berkelanjutan,” ujarnya.

Juri lainnya, AKP M Supur menjelaskan, ada beberapa catatan dalam penilaian kampung aman. Ia berharap, pos ronda di Kadomas yang secara umum sudah lengkap sarananya dapat dimanfaatkan oleh warganya. “Aturan di pos ronda, ke depan, harus ada. Misalnya, isyarat bunyi kentongan biar ada tanda-tanda tertentu,” katanya.“Manfaat ronda banyak. Tidak hanya menjaga keamanan, tapi siaga mengantarkan orang yang sakit ke puskesmas, temasuk malam hari ada yang melahirkan,” imbuh Supur.

Sementara itu, Kepala Desa Cinangka Amin Karsiman mengatakan, kemeriahan menyambut tim juri merupakan inisiatif warga Kadomas. Ia tidak menyangka akan semeriah itu. “Masyarakat Kadomas, RT RW, ibu-ibunya sangat antusias menyambut kedatangan tim juri dari Serang,” katanya.“Tentunya, saya berharap, kekompakan ini tetap terjaga sebagai ciri khas Kampung Kadomas khususnya dan Desa Cinangka umumnya,” pungkas Amin.

37 RW

Penilaian hari ketiga Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019, Kamis (7/11), dilakukan di Kecamatan Mancak, Gunungsari, Anyar, dan Cinangka. Ada 37 rukun warga (RW) yang dikunjungi sepuluh tim juri.

Berdasarkan data penilaian sementara dari tim juri, terdapat empat RW di Kecamatan Mancak, Anyar, dan Cinangka yang mendapat nilai tinggi dari kriteria kampung bersih. Sementara, dari kriteria kampung aman, ada tiga RW dari Kecamatan Cinangka dan Mancak yang mendapat nilai tinggi.

Hasil penilaian tahap pertama itu tidak otomatis menutup kesempatan menang bagi lingkungan yang belum mendapat nilai tinggi. Sebab, panitia memberikan banyak kategori lomba kampung bersih yang bisa dimenangkan. Antara lain, kategori partisipasi masyarakat, lingkungan paling berbunga, kampung inovatif, pengelolaan lingkungan, dan kelompok penggerak lingkungan. (fdr-don-mg06/ira)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook