Keuntungan Menjanjikan, Terus Diminati warga

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 08 November 2019 - 12:17:36 WIB   |  dibaca: 108 kali
Keuntungan Menjanjikan, Terus Diminati warga

TERUS BERKEMBANG : Pemilik usaha budidaya jangkrik Rendi Purwadin memberi pakan jangkrik miliknya yang masih dalam proses pembesaran, Kamis (7/11).

SERANG – Bagi mereka yang memiliki jiwa enterpreneur atau wirausaha, segala sesuatu bisa menjadi sumber mata pencaharian. Seperti usaha budidaya jangkrik yang beberapa bulan terakhir digeluti warga Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa.

Bertempat di Kampung Berangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, sekelompok orang menggeluti usaha budidaya jangkrik. Serangga yang berkerabat dekat dengan belalang dan memiliki antena panjang serta memiliki nama latin gryllidae tersebut menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir laut utara tersebut.

Usaha budidaya jangkrik baru dimulai sekitar lima bulan yang lalu oleh seorang warga setempat bernama Rendi Purwadin. Namun saat ini sudah ada 30 orang yang tergabung dalam kelompok usaha tersebut. Usaha budidaya jangkrik diminati warga karena selain proses budidayanya yang mudah juga keuntungan dari usaha tersebut sangat menjanjikan.

“Untuk proses budidayanya kita tinggal membuat box dari triplek dan kita isi dengan klaras (daun pisang kering-red) kemudian ketika sudah siap kita isi telur jangkrik, nanti menetas sendiri,” ujar Rendi, Jumat (7/11).

Selain itu, budidaya jangkrik juga tidak memerlukan waktu yang lama dari mulai menanam telur sampai jangkrik bisa dipanen karena hanya memerlukan waktu kurang lebih satu bulan. “Cukup menjanjikan usaha budidaya ini. Untuk perhitungan modal kita beli telur Rp250.000 per kilogram untuk kapasitas empat boks. Dalam satu boks kita butuh 2,5 ons,” katanya.

Dalam satu boks, lanjut Rendi, jika pertumbuhannya bagus bisa menghasilkan 35 kilogram jangkrik. Saat ini harga jangkrik sendiri Rp23.000 per kilogram. “Tidak ada perawatan khusus kita tinggal ngasi gedebong (pohon pisang-red) yang masih basah tiap hari. Untuk penjualan kita tinggal duduk manis karena pembeli datang sendiri,” ungkapnya.

Namun dalam menjalankan usahanya tersebut, Rendi mengakui, masih terkendala dengan modal untuk membeli pakan jangkrik karena ia harus menyuplai pakan untuk pembudidaya yang lain. “Pakannya pur ayam, tapi warga yang mulai budidaya baru mampu untuk buat boks dan beli telur jangkriknya, sedangkan pakannya masih harus saya suplai,” tuturnya. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook