Keluarga Diminta Terlibat Pendidikan di Sekolah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 08 November 2019 - 12:20:06 WIB   |  dibaca: 120 kali
Keluarga Diminta Terlibat Pendidikan di Sekolah

DISKUSI KELOMPOK : Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya memberikan arahan pada acara DKT yang dihadiri pokja pendidikan dan stakeholder terkait, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya mewujudkan kualitas peserta didik yang unggul dan andal melalui keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan karena proses pendidikan pendidikan bukan hanya menjadi tanggungjawab pihak sekolah saja namun menjadi tanggungjawab bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, dilibatkannya keluarga dan masyarakat dalam pendidikan untuk mendukung sinergitas terhadap keberlangsungan pendidikan. “Keluarga dan masyarakat harus memberi supporting kepada lembaga pendidikan,” ujar Asep pada acara diskusi kelompok terpumpun (DKT) pokja program pendidikan keluarga di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, kemarin.

Ia menjelaskan, proses pendidikan di sekolah tidak bisa dimaknai sebagai bagian yang harus menjadi tanggungjawab sekolah atau lembaga pendidikan saja, tapi juga menjadi tanggungjawab semua pihak. “Keluarga dan masyarakat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan penguatan dan pembangunan karakter. Jadi proses edukasi yang ada di keluarga akan berdampak pada pembentukan karakter anak di sekolah,” katanya.

Salah satu contoh proses keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam aktivitas sekolah seperti orangtua bisa menjadi narasumber pada kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah, orangtua melakukan pertemuan dengan sekolah, dan orangtua menghadiri aktivitas siswa yang ada di sekolah. “Intinya pelibatan keluarga dan masyarakat terhadap pendidikan agar ada persamaan hak dan persamaan tanggungjawab,” tuturnya.

Asep mengakui, saat ini keterlibatan keluarga dan masyarakat terhadap proses pendidikan siswa di sekolah perlu terus didorong untuk lebih memberikan penguatan. “Konsep tidak boleh ada anak putus sekolah dan belajar yang digulirkan oleh Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red) harus dipahami betul oleh masyarakat. Masyarakat harus bisa menjaga bagaimana anak-anak bisa kondusif dalam proses belajarnya baik di rumah maupun di sekolah,” paparnya.

Ia berharap, dengan adanya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah dapat dengan efektif dalam membentuk karakter anak-anak peserta didik. “Kita menginginkan pembentukan dan pembangunan karakter yang dilakukan di sekolah sejalan dengan pembentukan dan pembangunan karakter di dalam keluarga dan di lingkungan masyarakat dimana anak-anak didik bisa bermain,” katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook