Banyak Perusahaan Belum Mendaftar Ulang ke OSS

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 12 November 2019 - 15:08:12 WIB   |  dibaca: 58 kali
Banyak Perusahaan Belum Mendaftar Ulang ke OSS

SIDAK PERIJINAN: Kabid Wasdal DPMPTSP Haerofiatna (kiri) bersama stafnya mengecek perijinan salah satu Indomaret di Kecamatan Kramatwatu, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang gencar melakukan sidak terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga belum mengantongi ijin dan belum mendaftarkan ulang nomor ijin berusaha (NIB)nya melalui sistem online single submission (OSS). Sidak dilakukan agar semua perusahaan di Kabupaten Serang mematuhi aturan yang ada.

Kabid Pengawasan dan Pengendalian DPMPTSP Kabupaten Serang Haerofiatna mengatakan, pihaknya banyak menerima laporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait adanya perusahaan dan tempat usaha yang diduga tidak mengantongi ijin yang dipersyaratkan. “Ada 13 perusahaan yang dilaporkan ke kami, tapi setelah kita cek ke lapangan perusahaan sudah miliki ijin tapi masih menggunakan ijin yang lama,” ujar Haero, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, perusahaan yang dimaksud menggunakan ijin yang lama yaitu pihak perusahaan belum mendaftarkan ulang perusahaannya melalui sistem OSS. “Jadi memang setiap perusahaan wajib untuk mendaftarkan ulang NIBnya melalui OSS. Tujuannya pemerintah ingin mengetahui berapa sih jumlah perusahaan yang ada di Indonesia, kalau kita ingin tahu berapa jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Serang ini,” katanya.

Untuk mendorong agar perusahaan mendaftarkan ulang NIBnya melalui sistem OSS, pekan ini pihak DPMPTSP akan mengadakan sosialisasi tentang laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). “Kegiatan sosialisasi yang akan kita laksanakan 14 November nanti sekaligus pemberitahuan tentang pendaftaran ulang melalui OSS. Kita akan mengundang 60 pemilik perusahaan. Kemudian kita juga akan bikin forum pengawasan,” tuturnya.

Haero mengungkapkan, tujuan dibentuknya forum pengawasan tersebut untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan terkait dengan pendaftaran ulang melalui OSS. “Nanti setelah kita punya forum kita akan membuat klinik OSS. Sebenarnya sebagian sudah pada tahu terkait pendaftaran ulang ini tapi mungkin ada juga yang belum tahu,” paparnya.

Ia memastikan, pendaftaran ulang NIB melalui sistem OSS tidak begitu sulit karena sudah ada petunjuk pengisian dalam sistem tersebut. “Kalau dari hasil sidak yang kita lakukan kebanyakan mereka pada belum tahu, soalnya sosialisasi yang pernah kita lakukan hanya baru kepada beberapa stakeholder saja,” katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook