Puluhan Pegawai Pandeglang Keluyuran Saat Jam Kerja

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 12 November 2019 - 15:24:10 WIB   |  dibaca: 94 kali
Puluhan Pegawai Pandeglang Keluyuran Saat Jam Kerja

DIDATA : Petugas Satpol PP mendata para pegawai yang tertangkap saat berkeliaran di Pasar Badak Pandeglang, Senin (11/11).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Puluhan pegawai Pemkab terjaring razia petugas Satpol PP Pandeglang saat sedang berkeliaran di Pasar Badak Pandeglang, Senin (11/11). Mereka diamankan karena kedapatan berada di pusat perbelanjaan saat jam kerja sekitar pukul 09.30 WIB."Saya ke sini (Pasar Badak-red) cuman mau foto kopi saja kok," kilah salah seorang pegawai ketika didata petugas Satpol PP di salah satu pusat penjualan alat tulis, kemarin.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Pandeglang, Juhanas Waluyo mengatakan, belasan pegawai yang terjaring razia berasal dari instansi dan beberapa sekolah di Pandeglang. "Total keseluruhan yang terkena razia ada sekitar 20 orang pegawai, dengan alasan baru selesai rapat dan memanfaatkan waktu untuk keluar," jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pendataan, mereka kedapatan keluyuran tanpa dibekali surat tugas. Juhanas mengimbau, kepada para pegawai untuk tidak keluyuran saat jam kerja."Mereka hanya kami data dan diberi pembinaan supaya tidak mengulangi lagi. Kami ini tidak melarang mereka untuk ke pasar, tapi harus bawa surat tugas dari atasan atau pimpinannya masing-masing," imbuhnya.

Sekretaris Satpol PP Pandeglang Rafatia Muhara Fitri menyebutkan, pegawai yang terkena razia sudah diberikan surat agar datang ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Dia berharap ke depan tidak ada pegawai yang berkeliaran di pusat perbelanjaan saat jam kerja. "Nanti mereka akan kita panggil untuk datang ke kantor untuk kita berikan arahan," katanya. Hasil razia tersebut, lanjut dia, akan dilaporkan ke OPD di lingkungan Pemkab untuk memberikan sanksi sesuai aturan.

"Data ini akan kita serahkan ke instansinya masing-masing. Yang berhak memberikan sanksi atasannya langsung, kalau tidak digubris disampaikan ke Inspketorat dan BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat)," terangnya.

Terpisah, Satpol PP Kabupaten Lebak mengamankan dua pasangan mesum, serta tujuh warga yang tidak memiliki identitas dalam Operasi Yustisi yang digelar di sejumlah kos-kosan di Rangkasbitung, Minggu (11/11) malam.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Penagakan Peraturan Daerah (Perda)  pada Dinas Satpol PP Lebak, Didi Asep Hardiansyah kepada Banten Raya mengatakan, dua pasangan mesum yang dirazia berada di kosan-kosan warna warni di Jalan Soekarno-Hatta, serta di Kampung Duku, Desa Rangkasbitung Timur. Mereka tidak bisa menunjukan surat nikah, serta memiliki kartu identitas yang berbeda. (yanadi/hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook