Mayat Diduga WNA yang Hilang Ditemukan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 12 November 2019 - 15:34:23 WIB   |  dibaca: 78 kali
Mayat Diduga WNA yang Hilang Ditemukan

AUTOPSI: Mayat yang ditemukan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, dibawa oleh Basarnas ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur dengan helikopter Basarnas, Senin (11/11).

CILEGON, BANTEN RAYA-  Dua nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, menemukan sesosok mayat mengenakan pakaian dan peralatan selam, Senin (11/11) pagi. Diduga mayat tersebut merupakan satu di antara tiga warga negara asing (WNA) yang hilang saat melakukan penyelaman di Perairan Sangiang, Kecamatan Anyer,Kabupaten Serang, Minggu (3/11) lalu.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, dua nelayan yaitu Ciliang dan Andar menemukan sesosok mayat saat melaut di Perairan Pesisri Lampung Barat, Senin (11/11) sekitar pukul 06.05 WIB. Lokasi ditemukan mayat berada di sekitar 8 mil dari pantai Pelabuhan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.

Mayat tersebut menggunakan baju selam dan beberapa alat selam yang menempel di tubuh korban. Kamudian mayat dibawa oleh kapal nelayan tersebut. Dua nelayan tersebut menepi dan melaporkan ke kepolisian setempat.

Pada Minggu (3/11), ada tiga WNA yang melakukan penyelaman dan tidak muncul beberapa hari setelah melakukan penyelaman yaitu Tian Yu, Wan Bing Yang, dan Tan Xuz Tao.
Kepala Kantor Basarnas Banten Zaenal Arifin mengaku belum bisa memastikan bahwa mayat yang ditemukan merupakan tiga penyelam yang hilang saat menyelam di Perairan Sangiang. Bahkan, Ia menyebut jika di Lampung ada penyelam asing yang juga hilang.

“Harus dipastikan dulu karena info di Lampung juga ada penyelam WNA yang hilang juga, kita belum bisa memastikan bahwa yang ketemu ini WNA yang di Sangiang,” kata Zaenal ditemui di Pelabuhan Merak, kemarin siang.

Mayat tersebut, kata Zaenal, setelah dievakuasi oleh nelayan kemudian dibawa ke Puskesmas Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat. Kemudian, Basarnas Banten menjemput mayat tersebut dengan menggunakan Helikopter Basarnas. Selanjutnya, mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur. “Mayat sudah dibawa ke RS Polri untuk autopsi, baru setelah autopsi ada pers rilis,” ujarnya.

Sebelumnya, Zaenal mengatakan, hingga hari ketujuh pencarian tiga WNA yang hilang, belum membuahkan hasil, plus satu hari juga belum ada hasil. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) pencarian memang biasanya tujuh hari. Namun, pihaknya melakukan penambahan waktu tiga hari hingga 12 November 2019.

"Pencarian setelah tujuh hari masih nihil. Dengan mempertimbangkan beberapa hal dan seizin Kepala Basarnas Pusat, pencarian diperpanjang hingga tiga hari sampai 12 November 2019. Setelah itu kita lakukan evaluasi akhir. Di masa perpanjangan waktu tiga hari ini kita terus berupaya melakukan pencarian dengan area yang kita tentukan berdasarkan arah angin dan gelombang," kata Zaenal di Posko Basarnas Pelabuhan Merak, Minggu (10/11).

Pencarian tiga WNA, kata Zaenal, sudah hampir menyisir seluruh perairan di Selat Sunda. Sepanjang pantai dari Anyer hingga Panaitan, pulau-pulau di Selat Sunda seperti Pulau Sangiang, Sebesi, Gunung Anak Krakatau, dan beberapa pulau kecil lainnya. "Pencarian dilakukan dengan udara menggunakan empat heli, 11 kapal, dan penyelaman khusus di sekitar Pulau Sangiang, telah kita coba," ungkapnya.

Kerabat korban, Ma Ji mengaku jika jasad yang ditemukan di Lampung bukan saudaranya yang hilang yaitu Tian Yu. Memang ada yang menemukan mayat di Lampung, tapi bukan kerabat saya. “Bukan (Tian Yu -red). Saya kerabat dari Tian Yu. Kalau lebih jelas bisa tanya Basarnas. Saya juga tidak tahu kalau (Mayat -red) dua itu (Wan Bing Yang dan Tan Xuz Tao),” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook