Pasar Baros Lumpuh Total

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 12 November 2019 - 15:36:22 WIB   |  dibaca: 85 kali
Pasar Baros Lumpuh Total

LUDES TERBAKAR : Para pedagang Pasar Baros mencari harta benda mereka yang tertimpa reruntuhan material bangunan akibat kebakaran, Senin (11/11).

SERANG, BANTEN RAYA – Aktivitas di Pasar Baros lumpuh total pasca terjadinya kebakaran pada Minggu (10/11) malam. Hanya beberapa pedagang yang berjualan di bagian depan pasar yang kiosnya terselamatkan dari kobaran api yang menghanguskan pasar tersebut. Sedangkan sebagian besar pedagang sibuk mencari harta benda mereka di bawah reruntuhan bangunan yang rusak berat.

Hendra Darmawanto, salah seorang pedagang sembako saat ditemui di lokasi terlihat lesu dan tidak dapat berbuat apa-apa setelah melihat kiosnya yang sudah tidak beratap lagi dan warnanya berubah menjadi hitam. “Iya rusak parah. Belum terfikir untuk usaha lagi. Biar hati tenang aja dulu soalnya dagangan habis terbakar. Semoga saja pemda bisa secepatnya menangani masalah ini,” ujar Hendra, Senin (11/11).

Pria yang mengaku sudah 15 tahun berjualan sembako di Pasar Baros tersebut mengungkapkan, sebagian dagangannya baru diambil dari penjual yang biasa menyuplai kiosnya dan belum dibayar. “Terigu 20 bal dan minyak goreng 50 dus habis tinggal dua dus doang. Ini baru ngambil belum dibayar untuk persiapan Maulid karena biasanya ramai pembeli. Yang belum dibayar ada sekitar Rp15 juta,” katanya.

Ia mengungkapkan, kerugian yang dialami akibat kebakaran tersebut kurang lebih sekitar Rp50 juta. Namun untuk barang-barang yang rusak akan diretur atau dikembalikan penjualnya. “Waktu kejadian saya lagi di rumah pas dapat informasi sayang langsung lari ke sini (pasar-red), tapi sudah enggak bisa masuk pasar. Di atas kios api sudah menyala. Yang saya pikirkan biaya sekolah anak-anak dan makan sehari-hari,” tuturnya.

Staf UPT Pasar Baros Naswan mengatakan, pada hari pertama setelah terjadi kebakaran, para pedagang datang untuk melihat kios mereka, namun tidak lama langsung pulang karena tidak ada yang bisa diberbuat lagi. “Tadi (kemarin-red) pagi mah pada ke sini tapi langsung pada pulang lagi, mungkin stres melihat tempat usahanya hangus terbakar. Habis semua kios dan losnya tinggal sekitar delapan los saja di babgian depan,” ujar Naswan.

Ia mengungkapkan, pedagang di Pasar Baros tidak hanya berasal dari Kecamatan Baros namun juga ada dari luar seperti dari Kecamatan Ciomas, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang. “Sekarang kondisinya seperti yang dilihat, enggak ada transksi jual beli karena lumpuh total. Jadi waktu kejadian kemarin api menyebar ke seluruh pasar kurang lebih sekitar 15 menit,” paparnya.

Ia memastikan, api yang menghabiskan Pasar Baros tersebut berasal dari arus pendek listrik dari kios yang menjual klontongan dan diketahui oleh dua orang pedagang. “Jadi pas api masih kecil disiram sama Rouf, tukang parut kelapa. Tapi karena anginnya kencang, api langsung membesar. Kebetulan kan banyak bahan material dari kayu dan bambu yang mudah terbakar,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah merasa prihatin atas terjadinya kebakaran Pasar Baros tersebut dan pihaknya akan segera menggelar rapat untuk mencari solusi bagi para pedagang. “Saya merasa prihatin kepada seluruh pedang Pasar Baros. Upaya untuk memperbaiki Pasar Baros sudah dari beberapa tahun yang lalu dan belum sempat terealisasi,” ujar Tatu.

Ia memastikan akan mencari solusi untuk menyediakan pasar sementara dengan memanfaatkan dana tidak terduga (TT) yang ada agar para pedagang bisa berjualan kembali. “Kalau untuk revitalisasi pedagang inginnya mundur ke belakang. Upaya ini sedang kami komunikasikan ke provinsi untuk pengadaan lahannya biar bangunannya kita yang membangun. Untuk pasar sementara nanti kita carikan tempatnya,” katanya.

Sementara itu, hasil pendataan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, jumlah kios yang terbakar sebanyak 219 kios, 32 los, dan 50 lapak pedagang kaki lima. “Untuk pendataan aset dan pemilik kios dan kerugian pendataannya diteruskan besok (hari ini -red),” ujar Kasi Sarana dan Prasarana Pasar Diskoperindag Titi Purwitasari. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook