Tak Terawat, Sampah Daun Berserakan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 13 November 2019 - 14:26:02 WIB   |  dibaca: 45 kali
Tak Terawat, Sampah Daun Berserakan

TAK TERAWAT: Pengunjung berada di hutan kota milik Pemkot Serang yang tak terawat dan banyak sampah daun berserakan, Selasa (12/11).

KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana merevitalisasi hutan kota pada tahun 2020. Sebab, hutan kota yang dimiliki Kota Serang terlihat tak terawat. Mulai dari kebersihannya hingga fasilitas yang ada dibiarkan begitu saja.

Pantauan Banten Raya, Selasa (12/11), hutan kota seluas 2 hektare itu sangat minim kegiatan yang ada. Hanya terlihat dua orang yang sedang merawat bibit tanaman yang ada di area depan hutan kota.Sementara saat melihat bagian dalam, yang terlihat hanyalah sampah daun yang berserakan. Akses jalan yang dipasang paving blok pun terlihat sudah mulai rusak.
 
Lebih dalam lagi, terlihat sebuah pendopo kecil yang bisa digunakan untuk ibadah salat, juga tidak terawat. Tempat wudhu dan kamar kecil pun tidak tersedia air.Untuk fasilitas penerangan juga tidak terlihat. Sehingga diperkirakan pada malam hari hutan kota ini akan gelap gulita.

Kasi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Kota Serang Fahrudin mengatakan, saat ini pihaknya telah merencanakan revitalisasi hutan kota pada tahun 2020 mendatang. Bahkan, Pemkot Serang berencana menjadikan hutan kota menjadi destinasi wisata, dan agrowisata.

“Saat ini kami memang sedang merencanakan untuk melakukan revitalisasi hutan kota ini. Jadi nanti kami inginnya hutan kota ini bisa menjadi salah satu tempat wisata di Kota Serang," kata Fahrudin, ditemui di hutan kota, Selasa (12/11).

Meski saat ini dirinya baru menjabat di Dinas Pertanian, ia mengaku proyek revitalisasi hutan kota ini akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. "Saya baru beberapa hari Mas di jabatan ini, sebelumnya di BPBD Kota Serang. Tapi yang pasti, rencana revitalisasi ini akan dilakukan pada 2020 nanti," ucap dia.

Ia mengatakan, selain revitalisasi pihaknya juga akan menambah penjaga hutan kota menjadi 5 orang. Hal ini agar keamanan dari hutan kota dapat lebih baik lagi."Sekarang ini baru dua orang yang menjaga. Kedepan kami inginnya ada 5 orang yang menjaga. Karena memang hutan kota ini cukup luas ya, mencapai dua hektare," ungkapnya.

Selain itu, sambung Fahrudin, hutan kota juga cocok untuk menjadi destinasi agrowisata bagi para pelajar dan mahasiswa. Karena, berbagai macam tanaman ada di hutan kota."Sekitar ada 600 jenis tanaman yang ada di hutan kota. Jadi memang sangat cocok untuk menjadi destinasi agrowisata," jelas dia.

Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengaku sudah ada pihak ketiga yang menawarkan konsep revitalisasi kepada Pemkot Serang."Kemarin sudah ada pihak ketiga yang ekspose ke Pemkot Serang, dimana mereka itu ingin menjadikan hutan kota sebagai tempat hiburan masyarakat," ujar Subadri.

Ia menjelaskan, tujuan menggandeng pihak ketiga agar revitalisasi yang akan dilakukan, tidak terlalu membebani anggaran Pemkot Serang."Kenapa harus pihak ketiga? Yah kita semua tahu sendiri bagaimana kekuatan keuangan dari Pemkot Serang. Sehingga ketika menggandeng pihak ketiga, jadi konsep terjalankan namun anggaran tidak terlalu terbebani," jelas dia.

Subadri mengungkapkan, kebutuhan Kota Serang akan ruang terbuka hijau (RTH) sangatlah tinggi. Sehingga dalam pembangunan Kota Serang perlu memperhatikan keberadaan RTH itu.
 "Pokoknya nanti hutan kota ini dapat diberdayakan. Hiburannya dapet, olahraganya dapet, RTH-nya dapet, untuk mengumpulkan UKM di Kota Serang juga bisa," ungkapnya.

Untuk target waktunya, Subadri mengklaim saat ini Pemkot Serang telah menganggarkan untuk melakukan feasibility study (FS) pada perubahan APBD 2019.Ditarget pada 2020 sudah mulai ada revitalisasi. "Pada perubahan (anggaran) ini, Pemkot Serang dan dewan sudah menganggarkan untuk melakukan FS. Tinggal nanti di APBD murni (2020) melakukan DED dan eksekusi revitaliasi," jelasnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook