Beli HP Curian, Santri Dituntut 6 Bulan Penjara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 13 November 2019 - 14:27:27 WIB   |  dibaca: 41 kali
Beli HP Curian, Santri Dituntut 6 Bulan Penjara

TUNTUTAN: JPU Kejari Serang membacakan tuntutan terdakwa Arsudin di Pengadilan Negeri Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Masyarakat hendaknya berhati-hati ketika membeli barang lewat aplikasi media sosial (medsos), karena dikhawatirkan barang yang dibeli adalah barang hasil curian. Seperti yang dialami Arsudin (27), santri asal Kampung Cadas Ngampar, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Akibat membeli hanphone dari hasil kejahatan, Arsudin dituntut 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang. Hal itu terungkap dalam persidangan perkara dugaan penadah barang curian, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (12/11).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dibacakan oleh JPU Kejari Serang Nia Yuniawati menyatakan bahwa terdakwa Arsudin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penadahan sesuai pasal 480 ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Arsudin dengan pidana penjara selama 6 bulan kurungan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," katanya disaksikan terdakwa dan Majelis Hakim yang diketuai Syakilah.

Nia mengungkapkan, hal-hal yang memberatkan dalam kasus ini yaitu terdakwa sudah menikmati keuntungan dari hasil kejahatan. Sedangkan hal yang meringankan yaitu terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa berterus terang, dan terdakwa belum pernah dihukum. "Barang bukti HP OPPO dikembalikan kepada korban," ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU, pada Juni 2019, Fahrizal terdakwa kasus pencurian dan kekerasan (berkas terpisah) menawarkan 1 unit HP merk OPPO F5, dengan cara pembayarannya melalui COD dengan harga Rp 1.355.000, kepada terdakwa Arsudin.

Lantaran HP tersebut murah atau dibawah harga pasarannya yaitu Rp 2 juta, Arsudin berminat untuk membelinya dan terjadi transaksi di depan masjid, tepatnya di Kampung Baros Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Dalam pertemuan itu, Fahrizal hanya memperlihatkan satu unit HP merk OPPO F5 warna hitam tanpa dilengkapi dengan charger dan kotaknya melainkan hanya HP batangan saja dengan harga Rp. 1.355.000. Seharusnya terdakwa patut menduga bahwa 1 unit HP merk OPPO F5 warna hitam tersebut diperoleh dari hasil kejahatan akan tetapi terdakwa tetap membelinya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa Arsudin mengajukan pembelaan kepada majelis hakim. Sidang selanjutnya ditunda dan akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan oleh terdakwa. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook