Ruang Kelas SDN 2 Malang Nengah Ambruk

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 13 November 2019 - 14:43:11 WIB   |  dibaca: 44 kali
Ruang Kelas SDN 2 Malang Nengah Ambruk

AMBRUK : Pelajar SDN 2 Malang Nengah melihat gedung sekolahnya yang ambruk, kemarin.

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Atap ruang kelas SD ambruk kembali terulang. Kali ini terjadi di SDN 2 Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (11/11) malam. Diduga, atap ruang kelas ambruk karena rangka kayu sudah lapuk.

Kepala SDN 2 Malang Nengah, Saiful Bahri mengatakan, tiga ruang kelas yang ambruk tersebut dulunya digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun pada Jumat (8/11), tiga ruang kelas itu dikosongkan, karena sudah ada tanda-tanda mau roboh. "Jadi sekolah kami ada dua unit, setiap unit ada tiga ruang kelas. Ini unit satu yang roboh untuk kegiatan belajar siswa kelas 3, 4 dan 5," kata Saiful kepada wartawan saat ditemui di SDN 2 Malang Nengah, Selasa (12/11).

Saiful menjelaskan, ruang kelas yang ambruk itu dibangun sejak 1975. Dia menduga, ambruknya bangunan satu lantai itu akibat faktor alam. Karena sebelumnya, sudah memperlihatkan tanda-tanda kerusakan. "Mungkin karena pergerakan tanah, atau hujan dan angin kencang beberapa waktu lalu," ucap dia.

Saat ini, tambah Saiful, puluhan siswa kelas 3, 4 dan 5 itu dibagi ke dalam dua shif demi menunjang aktivitas belajar mengajar siswa. "Sekarang kami bagi dua sif pagi dan siang. Kelas 1, 2 dan 6 belajar pagi. Untuk kelas 3, 4 dan 5 itu siang," tutupnya.

Semementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Saifullah mengatakan, tiga ruang kelas SDN 2 Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang roboh setelah diterjang angin kencang. "Dari hasil pengecekan dilokasi, benar Tiga ruangan roboh, atapnya ambruk," kata Saifullah melalui telepon.

Menurut Saifullah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Bahkan, mebelair yang ada di ruangan kelas berhasil diselamatkan. "Karena indikasi ruangan akan ambruk sudah terlihat sejak dua pekan lalu, jadi antisipasinya sudah dilakukan sebelumnya," ujarnya.

Tiga ruang kelas yang ambruk tersebut, kata Saifullah, merupakan bangunan yang kokoh dan bagus. Bangunan tersebut direhab terakhir kali pada 2012. Menurut Saifullah, dua pekan lalu pihak sekolah sudah melaporkan jika bangunan sekolah retak dan miring setelah diterpa hujan yang sangat deras. "Nah, sejak kejadian itu, ruang kelas dikosongkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.

Saifullah mengakui, atap bangunan akan menjadi perioritas dalam rehab besar oleh pemerintah Kabupaten Tangerang. " Kita tanggulangi secepatnya untuk melakukan rehab besar terhadap bangunan ini, dengan menggunakan Dana Penanggulang Bencana," terang mantan kadis DLHK ini.

Saifullah menjelaskan, seluruh kelengkapan administrasi langsung kita koordinasikan dengan dinas terkait seperti Bapeda dan DTRB. "Surat sedang dalam proses di kantor untuk dikordinasikan dengan dinas-dinas terkait, dan Insha Allah 2020 akan dilanjutkan rahab berat yang lokal keduanya (3 kelas juga) sesuai arahan dan petunjuk Bapeda," pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook