45 Calon Jamaah Umroh Tertipu Agen Travel

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 13 November 2019 - 14:52:13 WIB   |  dibaca: 88 kali
45 Calon Jamaah Umroh Tertipu Agen Travel

BARANG BUKTI : Kapolres Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi didampingi Kasat Reskrim, AKP A. Alexander dan Direktur Bina Umroh dan Haji Kemenag, Arfi Atim menunjukkan barang bukti penipuan jamaah umroh, kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - A alias Y diringkus Satreskrim Polres Bandara Soekarno Hatta atas kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon jamaah umroh. Pelaku yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) ini menipu 45 calon jamaah umroh asal Bontang, Kalimantan Timur, karena diiming- imingi perjalanan umroh murah.

Kapolres Bandara Soekarno Hatta, AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan, seluruh korban telah membayar Rp 21 juta kepada pelaku untuk dapat pergi umroh. Kemudian seluruh korban diberangkatkan dari Bontang,  Kalimantan Timur ke Jakarta."Sesampainya di Jakarta para korban diinapkan dulu di hotel selama empat hari, setelah empat hari mereka tidak berangkat, diperpanjang lagi empat hari dan tetap tidak berangkat umroh, " ujarnya.

Kasus tersebut diketahui Kementerian Agama (Kemenag) RI yang kemudian melaporkannya ke Polres Bandara Soekarno Hatta. Tersangka kemudian berhasil ditangkap di daerah Sopeng Sulawesi Selatan. "Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan diduga telah terjadi pelanggaran Pasal 122 junto Pasal 155 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, dimana tersangka tidak memiliki ijin menyelenggarakan perjalanan ibdah umroh alias ilegal," jelasnya.

Menurut Arie, pelaku mengaku sebagai Komisaris Utama PT Duta Adhikarya, biro perjalanan umroh. Dalam melancarkan niat jahatnya, pelaku mencari korbannya dengan mendatangi pengajian-pengajian di majelis-majelis taklim. "Adapun lamanya mencari calon jamaah kurang lebih sekitar enam bulan melalui pengajian-pengajian memberikan informasi bahwa pelaku bisa memberangkatkan ibdah umroh, padahal pelaku belum memiliki ijin, dan bukan itu saja, pelaku juga tidak memiliki ijin bermitra perjalanan umroh yang ijinnya dikeluarkan pemerintah Arab Saudi," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, AKP A. Alexander mengatakan, dari pengakuan pelaku, penipuan dilakukan baru pertama kali. Pelaku juga sebelumnya merupakan agen perjalanan umroh."Pelaku kemudian berpikir kenapa tidak dia sendiri yang memberangkatkan, tetapi pelaku belum memiliki ijin," ujarnya.

Menurut Alexander, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, sebab dari pengakuan pelaku, dirinya juga merupakan korban penipuan. Sementara itu uang yang sudah dikeluarkan korban juga masih diselidiki keberadaannya.

Di tempat yang sama, Direktur Bina Umroh dan Haji Kemenag, Arfi Atim mengakui, persoalan penyelenggaraan ibadah umroh dan haji sangat kompleks. "Karena dari berbagai kasus, ada beberapa modus seperti biaya umroh yang tidak rasional, penipuan, penyelenggaraan yang tidak memiliki ijin, kegagalan keberangkatan, kegagalan pemulangan dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, PT Duta Adhikarya yang dimiliki pelaku tidak tedaftar ijinnya di Kemenag RI sebagai perusahaan legal penyelenggara ibadah haji dan umroh. "Kami berharap dengan kejadian ini masyarakat yang mau umroh lebih selektif cermat dan kritis dalam memilih travel umroh, silakan unduh aplikasi Umroh Cerdas di playstore, di situ ada perusahaaan ibadah umroh yang legal dan memiliki ijin, " tandasnya. (mg-Ipul).

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook