40 Persen Keluarga Belum Terapkan PHBS

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 13 November 2019 - 14:55:57 WIB   |  dibaca: 61 kali
40 Persen Keluarga Belum Terapkan PHBS

PERINGATAN HKN : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menyerahkan hadiah berupa sepeda kepada pemenang doorprize pada acara HKN ke-55 di Patra Comfort, Anyer, Senin (12/11).

SERANG, BANTEN RAYA – Upaya Pemkab Serang dalam mendorong masyarakat atau keluarga agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) belum berjalan dengan optimal. Sampai dengan saat ini keluarga yang sudah menerapkan PHBS baru 60 persen, sedangkan lainnya masih belum menerapkan PHBS. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemkab Serang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terkait keluarga sehat untuk dilakukan pemetaan dan penanganan bagi keluarga yang belum sehat. “Dari pendataan itu manakala ada keluarga yang belum mencapai keluarga sehat, kita lakukan intervensi,” ujar Sri di sela-sela acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Anyer, Selasa (12/11).

Ia mengungkapkan, salah satu indikator keluarga dikatakan sehat jika keluarga tersebut telah menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-harinya. “Keluarga yang dinyatakan ber-PHBS baru sekitar 60 persen, jadi yang 40 persennya masih perlu kita intervensi. PHBS itu indikatornya ada 10. Kita lihat indikator apa yang belum dijalankan, kalau misalkan belum mau bersalin ke faskes (fasilitas kesehatan) itu yang kita intervensi,” katanya.

Sri mengungkapkan, dalam hal pembangunan kesehatan di Kabupaten Serang yang masih menjadi masalah yaitu, terkait dengan sumber daya manusia (SDM) terutama menyangkut kuantitas. “Terus terang saja baru yang mendekati ideal itu hanya bidan, sedangkan untuk nakes (tenaga kesehatan) yang lain seperti dokter, dokter gigi, apoteker, analis, nutrisionis, sanitarian masih jauh dari ideal,” tuturnya.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Serang untuk berpola hidup sehat dengan melakukan senam peregangan saat istirahat bekerja sehingga kondisinya tetap sehat. “Jadi pertama dimulai dari kita kemudian masyarakat. Saya sering menyampaikan untuk masyarakat tidak mudah tapi semua pihak harus mengajak masyarakat agar peduli terhadap lingkungannya,” kata Tatu.

Ia menuturkan, pembangunan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat karena masih banyak lingkungan warga yang kotor. “Kita harus sama-sama punya semangat saling mengingatkan dan mengajak berpola hidup sehat. Sehat itu mahal. Memang untuk masyarakat yang tidak mampu ada BPJS, tapi kan kalau sakit enggak bisa bekerja dan kebutuhan rumah tangganya tidak terpenuhi,” paparnya.

Tatu mengakui jika pembangunan kesehatan yang menjadi salah satu indikator indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Serang terus mengalami peningkatan. “Untuk IPM dari indikator kesehatan kita meningkat, banyak indikator penilaiannya, ada indikator penurunan AKI/AKB (angka kematian ibu dan angka kematian bayi) dan umur lama harapan hidup dan program yang ada diarahkan semua ke situ,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook