Pencarian Tiga WNA Hingga Aceh

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 13 November 2019 - 15:10:04 WIB   |  dibaca: 84 kali
Pencarian Tiga WNA Hingga Aceh

CEMAS : Kerabat tiga WNA yang hilang saat menyelam di Pulau Sangiang, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, menanti di posko Basarnas di Merak, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA - Pencarian warga negara asing (WNA) yang hilang saat melakukan penyelaman di Pulau Sangiang pada pekan lalu, terus berlanjut. Basarnas Banten kembali memperpanjang masa pencarian hingga tiga hari ke depan, atau Jumat (15/11).

Lokasi penyisiran pun diperluas sampai dengan pesisir barat perairan Nangroe Aceh Darussalam.“Kita fokus pencarian di pesisir Banten dan pesisir Lampung. Kalau daerah lain seperti Bengkulu, Padang, Aceh, itu untuk memantau saja perairan di pesisir,” Kepala Basarnas Banten Zaenal Arifin, Selasa (12/11).

Zaenal mengatakan, perpanjangan waktu pencarian lantaran adanya petunjuk baru setelah ditemukan mayat di Perairan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas Lampung, Bengkulu, Padang, Sumatera Utara (Sumut) dan NAD, untuk turut memantau kondisi perairan di pesisir barat Pulau Sumatera.

Zaenal mengaku, arus gelombang memang mengarah ke barat Pulau Sumatera. Namun, bisa saja ada yang ditemukan di sekitar Banten. “Kita tetap searching di pesisir Banten karena ada kemungkinan tiga orang itu terpencar akibat gelombang. Kita sudah tidak fokus melakukan pencarian di tengah laut, tapi di pesisir saja,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan ditambahnya waktu pencarian, bisa ada titik terang. Sementara itu, hasil autopsi jasad yang ditemukan di Perairan Pesisir Barat Lampung dua hari lalu belum selesai. “Ada kemungkinan satu jasad itu penyelam yang di Sangiang, itu masih dugaan. Kita masih tunggu hasil autopsi ya,” ucapnya.

Kerabat Tian Yu, Ma Ji mengatakan, ia berharap, kerabatnya bisa segera ditemukan. Ia kemudian meluruskan perihal sayembara Rp750 juta. Menurutnya, uang hanya akan diberikan jika warga menemukan Tian Yu dalam kondisi hidup. Jika sudah tidak hidup, maka akan tetap diberikan uang jasa dengan nilai tidak sebesar itu. “Itu Rp750 juta kalau masih hidup ya. Kalau tidak hidup, nanti ada ucapan terima kasih saja tidak sebesar itu,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Adanya jasad yang ditemukan di Pesisir Barat Lampung, kata Ma Ji, dipastikan bukan Tian Yu. Namun, ada yang menduga itu Wan Bing Yang. “Ada yang bilang itu Wan Bing Yang, itu bukan Tian Yu. Oiya saja jelaskan juga kalau Tian Yu itu bukan Bos Wuling, di situ tidak ada yang bos Wuling, hanya karyawan saja,” ucapnya. (gillang)  

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook