HMI STIT Al-Khairiyah Dorong Ki Wasyid Jadi Pahlawan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 14 November 2019 - 11:31:29 WIB   |  dibaca: 42 kali
HMI STIT Al-Khairiyah Dorong Ki Wasyid Jadi Pahlawan

DIALOG PUBLIK : Anggota Komisi II DPRD Cilegon, M Ibrohim Iswandi menerima piagam saat dialog publik.

CILEGON, BANTEN RAYA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah mendorong agar pejuang asal Cilegon, Ki Wasyid menjadi pahlawan nasional.

Hal itu terungkap dalam dialog publik yang digelar HMI Komisariat STIT Al-Khairiyah dalam memeringati Hari Pahlawan Nasional 2019, di Pendopo STIT Al-Khairiyah, Selasa (12/11) petang. Hadir dalam acara itu Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Muhammad Ibrahim Iswandi dan Sanudin. Selain itu, juga hadir dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Cilegon, Muhlis, dan Mantan Ketua Umum HMI Cabang Cilegon Periode 2011-2013, Ficky Irfandi.

Ketua pelaksana dialog publik, Ikhsan Nurdiansyah mengatakan, sesuai dengan tema kegiatan, yaitu 'Pengabdian Perjuangan dan Pengorbanan Para Pahlawan Hanya untuk Umat dan Bangsa' yang merupakan suatu perwujudan bahwa mahasiswa saat ini sebagai generasi muda tidak boleh melupakan sejarah para pahlawan.

“Jangan lupakan sejarah. Kita sebagai anak bangsa yang berperan sebagai agent of change harus mampu membangunkan giroh atau semangat para pahlawan terdahulu yang telah berjuang untuk bangsa dan negara," kata Ikhsan.

Nilai ketokohan yang diangkat dalam kegiatan ini, kata Ikhsan, ialah Lafran Pane sebagai pemrakarsa HMI, dan Kiyai Haji Wasyid atau yang lebih dikenal sebagai Ki Wasyid sebagai Tokoh Geger Cilegon. Hingga saat ini, lanjut Ikhsan, Ki Wasyid masih belum dinobatkan sebagai pahlawan nasional. "Kita dorong agar Kiyai Haji Wasyid jadi pahlawan nasional,” tutur Ikhsan.

Ketua Umum HMI Komisariat STIT Al-Khairiyah Cilegon, Hairudin mengatakan, kegiatan dialog merupakan suatu implementasi dari memperingati hari pahlawan nasional. Ia berharap, dengan kegiatan ini selaku kaum intelektual bisa lebih belajar dari sejarah untuk dijadikan batu loncatan dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

Sebagai mana dalam HMI, komisariat merupakan sebagai kawah candradimuka dan ujung tombak perkaderan. “Maka dari itu kita harus menjaga sepenuhnya kemerdekaan setiap individu untuk bebas mengembangkan pengetahuan yang kompetitif dan memiliki daya saing seusai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Muhammad Ibrohim Aswadi mengatakan, beberapa poin penting yang perlu dijadikan suatu peningkatan baik dari segi pengetahuan maupun gerakan. Sebagai mahasiswa yang berperan menjadi agent of change harus berani mengahadapi segala tantangan zaman, karena bapak pendiri bangsa ini hanya mengantarkan kita sampai kepada pintu gerbang kemerdekaan. Selebihnya, kata dia, generasi saat ini yang harus mengisi kemerdekaan tersebut dengan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Kami juga meminta kepada generasi muda untuk memiliki jiwa-jiwa patriotisme dan mengajarkan kita untuk berjuang walau sebutir debu. Artinya, sekecil apapun perjuangan kita akan memberikan dampak yang luar biasa bila diakukan secara terus menerus untuk bangsa ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Sanudin. Kata dia, perjuangan pahlawan memotivasi generasi saat ini untuk lebih kritis dalam berfikir dalam menghadapi konflik yang ada. “Guna mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, mahasiswa berperan aktif dalam ranah meningkatkan kualitas akademisi,” tutupnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook